Salat

359Daftar Hadis 22Kategori

Daftar Hadis 359

Islam dibangun di atas lima perkara
Bagaimana pendapatmu jika aku hanya mengerjakan salat-salat yang wajib, berpuasa Ramadan, menghalalkan yang halal, dan mengharamkan yang haram
Tidak (sempurna) salat ketika makanan telah dihidangkan ataupun sambil menahan keinginan buang air kecil dan besar
Jika engkau berkata kepada temanmu di hari Jumat, 'Diamlah', sementara imam sedang berkhotbah, sungguh engkau telah berbuat lagwu (dosa)
Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala (waṡan)
Salat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah salat Isya dan salat Subuh. Andaikata mereka mengetahui keutamaan yang terkandung dalam keduanya, pasti mereka menghadirinya meskipun dengan cara merangkak
Salat lima waktu, (salat) Jumat ke Jumat berikutnya, dan (puasa) Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya jika dosa besar dijauhi
Siapa yang salat pada malam lailatulkadar karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu
“Siapa yang melaksanakan salat subuh, maka dia berada dalam jaminan (lindungan) Allah
Rasulullah ﷺ bertahlil dengan kalimat-kalimat ini di akhir setiap salat
Siapa yang meninggalkan salat Asar, niscaya telah batal (gugur) amalnya.'
Janganlah kalian duduk di atas kubur dan jangan salat menghadapnya
Mereka itu kaum yang apabila seorang hamba yang saleh atau orang yang saleh di kalangan mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburnya
Aku diperintahkan agar bersujud di atas tujuh tulang
Pada saat Nabi ﷺ (duduk) di antara dua sujud, beliau mengucapkan, "Allāhummagfirlī, warḥamnī, wa 'āfinī, wahdinī, warzuqnī (Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku rahmat, selamatkanlah aku, tunjukilah aku dan anugerahkanlah rezeki kepadaku)
Allāhumma antas-salām wa minkas-salām, tabārakta yā żal-jalāli wal-ikrām
Salatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu, maka dengan duduk. Jika tidak mampu juga, maka dengan berbaring
Apakah engkau mendengar seruan azan?" Ia menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Maka, penuhilah!
Jika salah seorang dari kalian mendatangi salat di saat imam dalam posisi tertentu, maka lakukanlah seperti yang dilakukan imam.
Islam dibangun di atas lima perkara
Bagaimana pendapatmu jika aku hanya mengerjakan salat-salat yang wajib, berpuasa Ramadan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram
'Bersuci itu separuh dari iman. Ucapan "alḥamdulillāh" memenuhi timbangan, ucapan "subḥānallāhi wal-ḥamdulillāh" memenuhi antara langit dan bumi
Bila muazin mengucapkan 'Allāhu akbar allāhu akbar', lalu salah seorang kalian menjawab, 'Allāhu Akbar allāhu akbar'
Siapa yang lupa sebuah salat, hendaklah ia mengerjakannya ketika mengingatnya; tidak ada kafaratnya kecuali itu
(Pemisah) antara seseorang dan kesyirikan serta kekufuran adalah meninggalkan salat
Pemisah antara kita dan mereka (kaum kafir) adalah salat. Siapa saja yang meninggalkannya berarti dia telah kafir
Apabila kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muazin
Luruskanlah saf kalian, karena meluruskan saf termasuk kesempurnaan salat
Aku menghafal dari Nabi ﷺ sepuluh rakaat
Dilaporkan kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tentang seorang laki-laki yang seolah-olah mendapati sesuatu (kentut) ketika salat, maka beliau bersabda, “Dia tidak perlu membatalkan salatnya sampai dia mendengar suara atau mencium bau".
Tidakkah salah seorang kalian takut bila dia mengangkat kepalanya sebelum imam, Allah mengubah kepalanya menjadi kepala keledai atau Allah menjadikan rupanya seperti rupa keledai?!
Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundak ketika mengawali salat
Rasulullah ﷺ mengajariku doa tasyahud, sedangkan telapak tanganku ada di antara dua telapak tangan beliau, sebagaimana beliau mengajariku surah dalam Al-Qur`an
Allāhumma innī a'ūżu bika min 'ażābil-qabri, wa min 'ażābin-nār, wa min fitnatil-maḥyā wal-mamāt, wa min fitnatil-masīḥ ad-dajjāl (Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, azab neraka, fitnah ketika hidup dan mati, dan dari fitnah Almasih Dajal)
Allāhumma bā'id bainī wa baina khaṭāyāya kamā bā'adta bainal-masyriqi wal-magrib
Seimbangkanlah posisi kalian dalam sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian menghamparkan kedua lengannya di atas tanah (ketika sujud) sebagaimana (yang dilakukan) anjing.
Aku bertanya kepada Anas bin Malik, "Apakah Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- salat dengan memakai kedua sandal beliau?" Ia (Anas bin Malik) berkata, “Iya."
Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan dan janganlah jadikan rumah kalian sebagai kuburan, serta bershalawatlah kalian kepadaku, karena salam kalian akan sampai padaku di mana saja kalian berada.
Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?" Beliau bersabda, "Salat pada waktunya." Dia bertanya, "Kemudian amal apa?" Beliau menjawab, "Kemudian berbakti kepada kedua orang tua." Dia bertanya lagi, "Kemudian amal apa?" Beliau menjawab, "Berjihad di jalan Allah
Aku berbaiat kepada Rasulullah ﷺ untuk mengucapkan syahadat lā ilāha illallāh-wa anna muḥammadar rasūlullāh, menegakkan salat, membayar zakat, mendengar dan taat kepada pemimpin, dan nasihat untuk setiap muslim
Jangan sekali-kali engkau tinggalkan di akhir setiap salat untuk membaca: 'Allāhumma a'innī 'alā żikrika wa syukrika wa ḥusni 'ibādatika (Ya Allah, bantulah aku untuk berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan benar).'
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- terlambat salat Isya. Lantas Umar keluar lalu berkata, "Salat, wahai Rasulullah. Para perempuan dan anak-anak sudah tidur." Beliau pun keluar dalam keadaan kepala meneteskan air seraya bersabda, "Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku pasti memerintahkan mereka melaksanakan salat (Isya) pada waktu seperti ini."
Allāhumma innī a'ūżu bi riḍāka min sakhaṭika, wa bi mu'āfātika min 'uqūbatika, wa a'ūżu bika minka, lā uḥṣī ṡanā`an 'alaika anta kamā aṡnaita 'alā nafsika (Ya Allah! Aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan pengampunan-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari siksaan-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diri-Mu sendiri)
Disebutkan di hadapan Nabi ﷺ tentang seseorang yang tidur semalaman sampai pagi. Beliau bersabda, "Orang itu telah dikencingi setan di kedua telinganya -atau beliau bersabda: di telinganya
Hendaknya engkau banyak bersujud kepada Allah. Sungguh, tidaklah engkau bersujud satu kali kepada Allah, melainkan dengannya Allah akan mengangkatmu satu derajat serta menggugurkan darimu satu dosa
Kami biasa menyiapkan untuk Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- siwaknya dan air untuk bersuci. Lantas Allah membangunkannya sesuai kehendak-Nya di sebagian malam lalu beliau bersiwak, wudu dan salat.
Siapa yang melaksanakan salat al-bardain (Subuh dan Asar) niscaya dia masuk surga
“Salat seorang laki-laki secara berjemaah lebih banyak pahalanya daripada salat sendirian di pasar atau di rumahnya, dengan selisih dua puluh sekian derajat
Siapa yang memakan bawang putih atau bawang merah, hendaknya ia menjauhi kami -atau hendaknya ia menjauhi masjid kami- dan duduk saja di rumahnya
Bagaimana menurut kalian, jika ada sebuah sungai di depan pintu salah satu di antara kalian lalu ia mandi di sana lima kali setiap hari. Apakah masih ada tersisa kotorannya?
Kami dahulu biasa berbicara ketika salat, di mana seseorang bicara pada kawannya yang ada di sampingnya ketika salat, hingga turun ayat, "Dan berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk." Maka kami diperintahkan diam dan dilarang bericara."
Pada zaman Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil manusia dengan ucapan: Aṣ-ṣalātu jāmi'ah (mari kita salat berjemaah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi pun maju, lalu bertakbir dan salat dengan empat kali rukuk dan empat kali sujud dalam dua rakaat.
Di setiap malam, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pasti melakukan salat witir; dari awal malam, pertengahan malam dan akhir malam hingga witirnya selesai pada waktu sahur.
Perintahkan anak-anak kalian untuk melaksanakan salat saat mereka berusia tujuh tahun. Pukullah mereka untuk melaksanakan salat ketika berusia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur di antara mereka
Nabi ﷺ keluar menemui kami. Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, kami sudah tahu bagaimana mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana kami berselawat?'
Tidak sah salat seseorang yang tidak membaca surah Al-Fātiḥah
Siapa yang mandi di hari Jumat seperti mandi janabat, kemudian berangkat di awal waktu maka seolah-olah ia berkurban seekor unta
Siapa di antara kalian yang mau melaksanakan salat Jumat, hendaknya ia mandi
Siapa yang berwudu lalu menyempurnakan wudunya kemudian datang ke tempat salat Jumat, lantas menyimak (khotbah) dengan saksama dan diam, maka akan diampuni (dosanya) antara Jumat itu dengan Jumat setelahnya dan ditambah tiga hari
Siapa yang pergi ke masjid pada waktu pagi atau sore hari, niscaya Allah menyediakan satu tempat peristirahatan untuknya di surga setiap kali ia pergi di pagi atau sore hari
“Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah kerabat, dan salatlah pada malam hari ketika orang-orang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”
Apabila imam mengucapkan “amin”, maka ucapkanlah “amin”, karena sesungguhnya siapa yang ucapan “amin”nya bersamaan dengan ucapan “amin” para malaikat, maka akan diampuni dosanya yang lalu
Jika salah sorang dari kalian menjadi imam salat, maka ringankanlah, karena di antara mereka ada orang lemah, orang sakit, dan orang yang mempunyai keperluan. Adapun jika salah seorang dari kalian salat sendirian, hendaklah ia memanjangkan salatnya sesuai kehendaknya.
Sesungguhnya imam itu diangkat agar diikuti. Karena itu, janganlah kalian menyelisihinya! Jika dia bertakbir, hendaknya kalian bertakbir. Jika ia rukuk, hendaknya kalian rukuk. Jika ia mengucapkan, "Sami'allāhu Liman Ḥamidahu," (Allah mendengar orang yang memuji-Nya), ucapkanlah oleh kalian, "Rabbanā Walakal Ḥamdu," (Ya Tuhan kami, segala pujian hanya milik-Mu). Jika ia sujud, sujudlah kalian semua. Jika ia salat sambil duduk, hendaknya kalian semua salat sambil duduk.
Tidak akan masuk neraka seseorang yang salat sebelum terbit matahari dan sebelum tenggelamnya
Tidaklah seorang muslim tatkala tiba waktu salat wajib, lalu dia membaguskan wudunya, khusyuknya, dan rukuknya, melainkan salat itu menjadi penghapus dosa-dosa sebelumnya selama dosa besar tidak dilanggar. Penghapusan itu berlaku sepanjang masa
Ada beberapa zikir pengiring, tidak akan rugi orang yang mengucapkannya -atau melakukannya- di akhir setiap salat wajib, yaitu 33 kali tasbih, 33 kali tahmid, dan 34 kali takbir
Siapa yang mendengar muazin lalu mengucapkan, 'Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīkalah, wa anna muḥammadan 'abduhū wa rasūluh, raḍītu billāhi rabban, wa bi muḥammadin rasūlan, wa bil-islāmi dīnan (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang hak selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Aku rida Allah sebagai Tuhanku, Muhammad sebagai rasulku, dan Islam sebagai agamaku),' maka dosanya akan diampuni
'Mandi pada hari Jumat hukumnya wajib bagi setiap orang yang balig. Hendaknya dia bersiwak dan memakai wewangian jika ada.'
Bila seseorang membaca ayat sajdah lalu bersujud, maka setan menjauh sambil menangis; ia berkata, "Aduhai, celakanya! Manusia diperintahkan bersujud lalu dia bersujud, maka baginya surga. Sementara aku diperintahkan bersujud, namun aku durhaka, maka bagiku neraka."
Ada tiga waktu yang Rasulullah ﷺ melarang kami mengerjakan salat (sunah) atau menguburkan jenazah
Siapa yang ketika (selesai) mendengar azan membaca doa, 'Allāhumma rabba hāżihid-da'watit-tāmmah waṣ-ṣalātil-qā`imah, āti muḥammadan al-wasīlata wal-faḍīlah, wa-b'aṡhu maqāman maḥmudan al-lażī wa'adtahu (artinya: Ya Allah! Tuhan pemilik seruan yang sempurna dan salat yang akan ditegakkan ini. Berikanlah kepada Muhammad al-waṣīlah dan keutamaan, dan bangkitkanlah dia pada tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya),' niscaya dia mendapatkan syafaatku kelak di hari Kiamat
Janganlah salah seorang kalian salat hanya dengan satu helai kain, tidak ada sedikit pun yang menutupi kedua bahunya
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila melakukan perjalanan kemudian hendak melakukan salat sunah, beliau menghadapkan untanya ke arah kiblat lalu bertakbir, kemudian beliau salat menghadap ke arah mana saja tunggangannya menghadap.
Apabila salah seorang dari kalian salat menghadap sesuatu yang membatasinya dari orang lain, lalu seseorang ingin lewat di depannya hendaklah ia mencegah orang itu. Jika ia enggan dicegah, hendaklah ia memeranginya (melawannya). Sesungguhnya orang itu adalah setan
Sesungguhnya salah seorang dari kalian apabila berdiri dalam salatnya, maka sesungguhnya ia sedang bermunajat dengan Rabbnya -atau Rabbnya berada di antara dia dan kiblat-. Maka janganlah salah seorang dari kalian meludah ke arah kiblat, tetapi hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya atau di bawah kakinya
Kenapa ada orang-orang yang mengangkat penglihatannya ke arah langit dalam salat mereka?" Lalu peringatan beliau bertambah keras sampai-sampai beliau bersabda, 'Hendaklah mereka berhenti melakukannya, karena kalau tidak, niscaya akan tersambar pengelihatannya (sehingga menjadi buta)!'
Barangkali kalian membaca (surah Al-Qur`ān) di belakang imam? Kami menjawab, "Benar, wahai Rasulullah". Beliau bersabda, "Jangan lakukan kecuali dengan (membaca) surah Al-Fātiḥah, karena sesungguhnya tidak sah salat seseorang yang tidak membaca Al-Fātiḥah."
Apabila engkau sujud maka letakkanlah kedua telapak tanganmu (di tempat sujud) dan angkatlah kedua sikumu
Aku pernah salat bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersalam ke kanan dengan mengucapkan, "Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāhi wa barakātuh," dan juga ke kiri dengan mengucapkan, "Assalāmu 'alaikum wa rahmatullāh
Siapa yang bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah selesai salat, semuanya berjumlah 99 kali, lalu menggenapkannya 100 dengan membaca: 'Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lahu, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr (artinya: Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan dan segala pujian hanya milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu)', maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan
Siapa yang membaca ayat Kursi di penghujung setiap salat wajib, maka tak ada penghalang antara dirinya dan masuk surga selain kematian
Jika salah seorang kalian ragu dalam salatnya, sehingga tidak mengetahui sudah berapa rakaat yang telah dia kerjakan; tiga ataukah empat, maka buanglah keraguan itu dan berpatokan pada yang dia yakini (yaitu tiga rakaat), kemudian sujud dua kali (sujud sahwi) sebelum salam
Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah meninggalkan salat empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sebelum Subuh
Siapa yang menjaga salat sunah empat rakaat (dua kali salam) sebelum Zuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkannya masuk neraka
Rasulullah ﷺ dalam dua rakaat salat Fajar, beliau membaca surah Qul yā ayyuhal-kāfirūn dan surah Qul huwallāhu aḥad
Siapa yang khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia salat witir di awal malam, dan siapa yang merasa mampu untuk bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia salat witir di akhir malam, karena salat di akhir malam itu disaksikan (oleh malaikat) dan hal itu lebih utama.
Pahala salat berjemaah melebihi salat kalian sendirian 25 kali lipat.Malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada salat Subuh
Sebaik-baik saf laki-laki adalah yang pertama, dan sejelek-jeleknya adalah yang terakhir. Sebaik-baik saf wanita adalah yang terakhir, dan sejelek-jeleknya adalah yang pertama
Rasulullah ﷺ melihat seorang laki-laki berdiri salat seorang diri di belakang saf, lantas beliau menyuruhnya mengulangi salatnya
Sungguh, kedua salat ini adalah salat yang paling berat bagi orang-orang munafik. Seandainya kalian mengetahui pahala yang ada pada keduanya, kalian pasti akan menghadirinya meskipun dengan merangkak dengan lutut
Pena diangkat dari tiga orang: orang yang sedang tidur sampai ia bangun, anak yang masih kecil sampai ia balig, dan orang yang gila sampai ia berakal
Aku adalah Ḍimām bin Ṡa'labah dari Bani Sa'ad bin Bakar
Jika kalian mendengar muazin (mengumandangkan azan), maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian berselawatlah kepadaku
Siapa yang membangun sebuah masjid karena Allah, niscaya Allah membangunkan untuknya di surga yang semisalnya'
Mengerjakan satu salat di masjidku ini lebih baik daripada seribu salat di masjid lainnya, kecuali Masjidilharam
Apabila salah seorang kalian masuk masjid, hendaklah ia salat dua rakaat sebelum duduk
Apabila salah seorang di antara kalian akan masuk masjid, hendaklah ia membaca, 'Allāhumma-ftaḥ lī abwāba raḥmatik (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).' Sedangkan saat akan keluar masjid, hendaklah ia membaca, 'Allāhumma innī as`aluka min faḍlik (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu).'
Wahai Bilal, kumandangkanlah ikamah salat; berikan kita ketenangan dengan salat
Wahai sekalian manusia! Aku melakukan ini supaya kalian dapat mengikuti dan mempelajari salatku.'
'Apabila kalian akan salat, luruskanlah saf kalian, kemudian salah seorang di antara kalian menjadi imam. Apabila ia bertakbir, maka bertakbirlah
Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya! Sungguh, aku yang paling mirip dengan salat Rasulullah ﷺ. Seperti inilah salat beliau hingga meninggal dunia
Pencuri yang paling buruk adalah yang mencuri salatnya." Abu Hurairah bertanya, "Bagaimana ia mencuri salatnya?" Beliau bersabda, "Yaitu ia tidak menyempurnakan rukuk maupun sujudnya
Rasulullah ﷺ biasa ketika bangun dari rukuk membaca: sami'allāhu liman ḥamidah
Nabi ﷺ biasa membaca di akhir setiap salat fardu
Nabi ﷺ biasa membaca di antara dua sujud: rabbi-gfir lī, rabbi-gfir lī (Tuhanku, ampunilah aku. Tuhanku, ampunilah aku)
Itu adalah setan yang disebut Khinzab. Apabila engkau merasakannya, maka berlindunglah kepada Allah dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali
Manakala orang-orang berada di Qubā` dalam salat subuh tiba-tiba seseorang datang, lalu ia berkata, "Sesungguhnya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah diturunkan pada beliau suatu ayat Al-Qur'ān di malam ini, dan beliau diperintahkan menghadap Kiblat, maka menghadaplah kalian ke arah Kiblat!"
Sesungguhnya aku melihatmu salat menghadap selain kiblat. Orang itu berkata, "Seandainya aku tidak melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melakukannya, tentu aku tidak akan mengerjakannya."
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melihat seorang lelaki mengasingkan diri, dia tidak salat bersama orang banyak. Beliau bertanya, “Wahai fulan, apa yang menghalangimu untuk salat bersama orang-orang?” Dia menjawab, "Wahai Rasulullah, aku sedang junub dan tidak ada air (untuk bersuci)." Beliau bersabda, “Pakailah debu (tayamum) karena sesungguhnya itu cukup bagimu.”
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- salat Zuhur bersama para sahabat, beliau berdiri di dua rakaat pertama dan tidak duduk (tasyahud awal). Orang-orang pun ikut berdiri bersama beliau. Hingga tatkala beliau telah menyelesaikan salat dan orang-orang menunggu salam, beliau bertakbir dalam keadaan duduk lalu sujud dua kali sebelum salam. Kemudian beliau salam.
Aku pernah datang dengan mengendarai keledai betina. Saat itu aku sudah melewati masa balig, dan ketika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sedang mengimami orang-orang di Mina tanpa ada dinding (di hadapan beliau).
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila melaksanakan salat, beliau bertakbir saat berdiri, lalu bertakbir ketika rukuk, kemudian mengucapkan, "Sami'allāhu liman ḥamidahu (Allah mendengar orang yang memuji-Nya)" saat mengangkat tulang punggungnya dari rukuk."
Wahai Rasulullah, harta-harta kami telah binasa, dan jalan-jalan terputus, maka berdoalah kepada Allah Ta'ala agar menurunkan hujan untuk kami
Aku mengawasi (gerakan) salat Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- lalu aku dapati berdirinya, rukuknya, i'tidalnya setelah rukuk, sujudnya, duduknya di antara dua sujud, sujudnya lalu duduknya antara mengucapkan salam dan kepergiannya hampir sama.
Nabi ﷺ tidak pernah menjaga secara rutin satu pun dari salat-salat sunah melebihi dua rakaat salat sunah fajar
Aku pernah datang kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- saat beliau berada di kemahnya yang berwarna merah dan terbuat dari kulit. Lantas Bilal keluar dengan membawa sisa air wudu beliau. Dari sisa air itu ada orang yang mendapatkannya dan ada pula yang hanya mendapat percikannya saja.
Sungguh Rasulullah -șallāhu 'alaihi wa sallam- pernah melaksanakan salat Fajar dan para wanita Mukminah turut salat bersama beliau, mereka mengenakan murūṭ (pakaian dari wol), lalu mereka kembali ke rumahnya tanpa ada seorang pun yang mengenali mereka karena gelap.
Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar
Seorang laki-laki datang saat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sedang berkhutbah hadapan orang-orang pada hari Jumat. Beliau bertanya, "Apakah engkau sudah salat wahai Fulan?" Ia menjawab, "Belum." Beliau bersabda, "Berdiri dan salatlah dua rakaat!"
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah mengutus seorang sahabat untuk memimpin pasukan sariyah (perang yang tidak diikuti Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-). Sahabat ini senantiasa mengimami salat pasukannya dan mengakhiri bacaannya dengan (surah) Qul Huwallāhu Aḥad.
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda keagungan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya mengalami gerhana, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salatlah dan bersedekahlah!
Saya pernah tidur melintang di hadapan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan kedua kakiku tepat di kiblat beliau. Jika beliau hendak sujud, maka beliau meraba kakiku dan aku pun menarik kedua kakiku. Dan ketika berdiri, maka akupun meluruskan keduanya. Saat itu tidak ada lampu di rumah.
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah keluar untuk salat istiska (salat minta hujan). Beliau menghadap kiblat sambil berdoa dan membalik sorbannya. Kemudian salat dua rakaat di mana beliau mengeraskan suara bacaannya.
Saya pernah salat bersama 'Imrān bin Ḥuṣain bermakmum kepada Ali bin Abi Ṭālib. Saat sujud, ia bertakbir. Saat mengangkat kepalanya, ia bertakbir lagi. Dan ketika berdiri dari dua rakaat, dia bertakbir lagi.
Andaikan engkau membaca dalam salat “Sabbiḥismarabbikal a’lā, Wasy syamsyi waḍuḥāhā, Wallaili iżā yagsyā?”, karena di antara orang yang salat bersamamu ada orang tua, orang lemah dan orang yang memiliki keperluan.
"Jangan demikian! Hendaklah kalian beramal sesuai kemampuan kalian. Demi Allah, Allah itu tidak akan bosan (untuk menerima amalan kalian) hingga kalian sendiri merasa bosan. Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah adalah yang dikerjakan rutin (terus-menerus)
Ketika Rasulullah ﷺ mengucapkan: 'sami'allāhu liman ḥamidah' (artinya: Allah mendengar orang yang memuji-Nya), tidak ada satu pun dari kami yang membungkukkan punggungnya sampai Nabi ﷺ benar-benar telah turun sujud, kemudian kami baru turun sujud setelahnya
Seandainya orang yang lewat di depan orang salat itu mengetahui dosa yang dilakukannya, sungguh berdiri selama empat puluh lebih baik baginya daripada lewat di depannya
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintah kami membawa keluar gadis-gadis remaja dan wanita-wanita yang dipingit di dua hari raya, dan beliau memerintah wanita-wanita yang sedang haid menjauhi tempat salat kaum Muslimin.
Ya Allah! Ampunilah (dosa) yang telah aku lakukan dan yang akan datang, apa yang aku sembunyikan dan yang terang-terangan, apa yang aku sia-siakan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku. Engkaulah Yang Mendahulukan dan Engkaulah Yang Mengakhirkan. Tidak ada Tuhan yang benar selain Engkau.
Suatu malam aku melaksanakan salat tahajud bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Beliau berdiri lalu membaca surah Al-Baqarah. Setiap kali melewati ayat tentang rahmat, beliau berhenti lalu berdoa memohonnya. Setiap kali melewati ayat tentang azab, beliau berhenti lalu memohon perlindungan darinya.
Ya Allah! Kepada-Mu lah aku berserah diri. Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada-Mu lah aku bertawakal. Kepada-Mu aku mengajukan perkara. Dan kepada-Mu aku berhukum. Karena itu, ampunilah aku dari dosa yang telah lalu dan yang akan datang, apa yang aku lakukan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, dan apa yang Engkau lebih tahu dariku. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.
Ya Allah! Tuhan Jibril, Mikail dan Israfil. Pencipta langit dan bumi, Zat Yang mengetahui perkara gaib dan tampak. Engkaulah yang menetapkan keputusan apa yang diperselisihkan di antara hamba-hamba-Mu. Tunjukkanlah aku kepada kebenaran yang diperselisihkan (manusia) dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan siapa saja yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.
Sungguh, masjid itu tidak boleh dijadikan tempat kencing seperti ini maupun kotoran. Masjid itu tidak lain adalah untuk berzikir kepada Allah ﷻ, salat, dan membaca Al-Qur`an
Ada seseorang yang mencari barang yang hilang di masjid. Ia berkata, "Siapakah yang dapat menunjukkanku kepada unta merah?" Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Semoga engkau tidak menemukannya. Sesungguhnya masjid itu dibangun hanya untuk tujuannya ia dibangun (ibadah)."
Muazin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari Kiamat
Jika bagian lingkar luar matahari mulai terbit, janganlah kalian salat hingga terang (sempurna terbitnya), dan jika bagian lingkar luar matahari mulai terbenam, janganlah kalian salat hingga benar-benar telah hilang! Dan janganlah kalian menunggu untuk salat saat terbit atau saat terbenam matahari, karena sesungguhnya matahari terbit di antara dua tanduk setan.
Waktu Zuhur dimulai setelah matahari tergelincir (ke arah barat) sampai bayangan seseorang sama panjang dengan tingginya dan selama belum masuk waktu Asar. Waktu Asar selama matahari belum menguning. Waktu salat Magrib selama mega merah belum hilang. Waktu Isya sampai pertengahan malam. Sedangkan waktu Subuh adalah mulai terbit fajar sidik selama matahari belum terbit.
Fajar ada dua. Adapun fajar yang seperti ekor serigala, maka tidak dibolehkan salat Subuh (belum masuk waktunya) dan tidak diharamkan makan (sahur). Adapun fajar yang memanjang di cakrawala, maka itu tanda masuk waktu salat Subuh dan diharamkan makan (sahur)
Termasuk Sunnah membaca: 'Aṣ-Ṣalātu khairun minan-naum' setelah muazin pada azan subuh membaca 'Ḥayya 'alal-falāḥ'
Kami pernah safar bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada malam yang gelap, sehingga kami tidak mengetahui arah kiblat, maka setiap orang salat ke arah yang diyakininya. Ketika pagi hari, kami menceritakannya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- lalu turunlah ayat, "Ke manapun kalian menghadap maka di situlah wajah Allah."
Aku melihat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sedang mengimami manusia sedangkan Umāmah binti Abil-‘Āṣ yang juga merupakan putri Zainab binti Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- di atas pundak beliau. Apabila beliau rukuk maka beliau meletakkannya, dan apabila beliau hendak berdiri dari sujud, maka beliau kembali (menggendongnya).
Kami dahulu salat sementara hewan-hewan lewat di hadapan kami. Lantas kami melaporkan hal itu pada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, maka beliau bersabda, "Setinggi (tiang) ujung pelana unta diletakkan di hadapan salah seorang kalian, kemudian tidak masalah apa pun yang lewat di depannya."
Apabila salah seorang dari kalian berdiri salat, bila di hadapannya ada benda setinggi tiang pelana unta, maka hal tersebut telah menjadi pembatas dirinya (dalam salat). Dan apabila di hadapannya tidak ada benda setinggi tiang pelana onta, maka salatnya bisa diputus oleh keledai, wanita, dan anjing hitam (bila lewat di hadapannya).
Aku memintamu atas nama Allah, bukankah engkau telah mendengarkan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Jawablah untukku, ya Allah bantulah ia dengan Ruh al-Qudus.” Abu Hurairah lalu menjawab, “Ya Allah, benar (aku telah mendengarnya)."
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Apabila kalian melihat orang menjual atau membeli di masjid, maka katakanlah, "Semoga Allah tidak memberi keuntungan pada perniagaanmu." Dan apabila kalian melihat orang mengumumkan kehilangan untanya di masjid, maka katakanlah, "Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu."
Kiamat tidak akan terjadi hingga manusia berbangga-bangga dengan (kemegahan) masjid
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila berdiri salat di malam hari beliau bertakbir, lalu mengucapkan, "Subḥānakallāhumma wa biḥamdika, wa tabāraka ismuka, wa ta'ālā jadduka, wa lā ilāha gairuka (Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu, Maha berkah nama-Mu, Maha tinggi kemuliaan-Mu, dan tidak ada Ilah selain Engkau)."
Rasulullah ﷺ biasa membuka salat dengan takbir dan (mengawali) bacaan dengan "al-ḥamdu lillāhi rabbbi al-'ālamīn
Aku tidak pernah salat di belakang seseorang yang salatnya lebih mirip dengan salat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- daripada fulan. Maka kami salat di belakangnya. Dia memanjangkan dua rakaat pertama salat zuhur dan memendekkan dua rakaat terakhirnya.
Aku pernah mendengar Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membaca surah Aṭ-Ṭūr ketika salat Magrib. Ketika sampai pada ayat, "Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu atau merekakah yang berkuasa?" Ia berkata, "Maka jantungku hampir-hampir copot."
Wahai manusia, sesungguhnya tiada lagi kabar baik dari nubuwat kecuali mimpi yang baik yang dialami seorang Muslim atau diperlihatkan kepadanya. Ketahuilah, sesunguhnya aku dilarang membaca Al-Qur`ān saat rukuk dan sujud.
Wahai ayahku! Engkau telah salat di belakang Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Abu Bakar, Umar, Uṡmān dan Ali di sini, di Kufah, selama 5 tahun. Apakah mereka melakukan qunut di salat Fajar (Subuh)? Ia menjawab, "Wahai putraku, (itu amalan) yang diada-adakan."
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasanya saat duduk membaca doa, beliau meletakkan tangan kanannya di atas paha kanan dan tangan kiri di atas paha kiri. Beliau berisyarat dengan jari telunjuknya, meletakkan jempol di jari tengahnya, dan menelungkupkan telapak tangan kirinya di lutut kaki kirinya
Al-Mugīrah bin Syu'bah pernah mengimami kami, namun dia langsung berdiri setelah dua rakaat. Kami pun mengingatkannya dengan mengucapkan, "Subḥānallāh." Namun dia balas mengucapkan, "Subḥānallāh," dan terus berdiri. Ketika menyelesaikan salat dan salam, maka dia sujud sahwi. Setelah rampung dia berkata, "Aku pernah melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melakukan seperti yang aku lakukan."
Ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi ﷺ yang kala itu sedang di atas mimbar, "Bagaimana tata cara salat malam?" Beliau menjawab, "Dua rakaat, demi dua rakaat
Salat witir itu hak (ditetapkan dalam sunah); barangsiapa mau, ia boleh salat witir tujuh rakaat; barangsiapa mau, ia boleh salat witir lima rakaat; barangsiapa mau, ia boleh salat witir tiga rakaat; barangsiapa mau ia boleh salat witir satu rakaat
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- salat dengan kami pada malam Ramadan delapan rakaat (tarawih) dan juga salat witir. Maka ketika malam berikutnya kami berkumpul di dalam masjid dan berharap beliau akan keluar menemui kami, dan kami terus (menunggu beliau) di masjid sampai datang pagi.
Ya Allah! Jadikanlah dalam hatiku cahaya, dalam penglihatanku cahaya, dalam pendengaranku cahaya, di sebelah kananku cahaya, di sebelah kiriku cahaya, di atasku cahaya, di bawahku cahaya, di depanku cahaya, di belakangku cahaya dan jadikanlah untukku cahaya.
Apakah (orang-orang) yang memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian ..." [QS. At-Taubah: 19]
Nabi ﷺ biasanya, jika telah selesai mengerjakan salat Subuh, tetap duduk di tempat salatnya sampai matahari terbit bersinar
Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah (kaum wanita) untuk pergi ke masjid. Akan tetapi, hendaklah mereka keluar dalam keadaan tidak memakai wewangian
Apabila seseorang di antara kalian masuk masjid, hendaklah ia mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ, lalu membaca, "allāhumma-ftaḥ lī abwāba raḥmatik
Siapa yang mengerjakan salat kita, menghadap kiblat kita, serta memakan sembelihan kita, maka itulah muslim yang mendapatkan jaminan Allah dan jaminan Rasulullah. Maka, janganlah kalian mengkhianati Allah dalam jaminan-Nya
Aku melihat Rasulullah ﷺ mengucapkan salam ke sebelah kanan dan ke sebelah kirinya, sampai aku melihat putihnya pipi beliau
Sungguh, seorang hamba benar-benar akan menunaikan salat, tetapi tidak dituliskan pahala salatnya kecuali hanya sepersepuluhnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, atau setengahnya
Ada salat di antara setiap dua azan. Ada salat di antara setiap dua azan (yakni: azan dan ikamah)." Kemudian beliau bersabda di kali ketiga, "Bagi siapa yang berkenan
Sempurnakanlah saf yang terdepan kemudian yang berikutnya. Kalaupun ada saf yang kurang (tidak sempurna), jadikan di saf paling belakang
Apabila ikamah telah dikumandangkan, maka tidak boleh ada salat lain kecuali salat fardu
Hendaklah orang-orang berhenti meninggalkan salat Jumat, atau jika tidak, Allah benar-benar akan mengunci hati mereka kemudian mereka benar-benar menjadi orang yang lalai
Siapa yang meninggalkan tiga kali salat Jumat karena meremehkannya, maka Allah akan mematikan hatinya.”
Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amalan yang paling engkau harapkan pahalanya yang engkau kerjakan dalam Islam
Kembalilah kepada keluarga kalian, tinggallah bersama mereka, ajari dan perintahkan mereka, kerjakanlah oleh kalian salat ini pada waktu ini, dan kerjakanlah oleh kalian salat ini pada waktu ini. Jika waktu salat sudah tiba, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan azan dan yang paling tua di antara kalian menjadi imam.
Sesungguhnya ayat-ayat yang Allah -'Azzā wa Jallā- kirimkan ini terjadi bukan karena kematian atau kehidupan seseorang, akan tetapi Allah mengirimkannya untuk menakut-nakuti para hamba-Nya. Maka apabila kalian melihat sesuatu darinya, bersegeralah berzikir pada Allah, berdoa dan memohon ampunan pada-Nya.
Wahai Rasulullah, aku hampir tidak salat Asar hingga matahari hampir terbenam." Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Demi Allah, aku pun belum melaksanakannya." Ia berkata, "Lalu kami menuju Baṭ-han (nama lembah di Madinah, red). Beliau berwudu untuk salat dan kami pun berwudu juga. Kemudian beliau salat Asar setelah matahari terbenam, setelah itu beliau melaksanakan salat Magrib."
Aku pernah bermalam di rumah bibiku, Maimūnah, lalu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bangun untuk mengerjakan salat malam. Aku pun berdiri di sebelah kiri beliau. Maka beliau memegang kepalaku lalu menempatkanku di sebelah kanannya.
Apabila beliau mengangkat kepalanya dari rukuk pada rakaat terakhir salat Fajar, beliau mengucapkan, "Ya Allah! Kutuklah fulan dan fulan," setelah beliau mengucapkan, "Sami'allāhu liman ḥamidah, rabbanā wa laka Al-ḥamdu (Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Wahai Rabb kami, segala puji hanya milik-Mu)." Lantas Allah menurunkan firman-Nya, "Tidak ada sedikitpun campur tanganmu (Muhammad) dalam urusan mereka itu."
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melaksanakan salat khauf dengan kami di sebagian hari beliau. Maka satu kelompok berdiri bersama beliau, sementara satu kelompok lain berhadapan dengan musuh. Beliau salat satu rakaat dengan orang-orang yang bersama beliau, kemudian mereka pergi. Datanglah orang-orang lain (kelompok kedua), lalu beliau salat satu rakaat bersama mereka. Dan kedua kelompok tersebut menyelesaikan satu rakaat lagi masing-masing.
Ya Allah! Selamatkanlah 'Ayyāsy bin Abi Rabī'ah. Ya Allah! Selamatkanlah Salamah bin Hisyām. Ya Allah! Selamatkanlah Al-Walīd bin Al-Walīd. Ya Allah! Selamatkanlah orang-orang Mukmin yang dianiaya. Ya Allah! Timpakanlah siksa-Mu kepada Muḍar dengan keras. Ya Allah, Jadikanlah bagi mereka kemarau seperti kemarau (pada masa) Nabi Yusuf.
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengirim pasukan berkuda ke arah Najed. Lalu pasukan ini datang membawa seorang laki-laki dari Bani Hanifah, bernama Ṡumāmah bin Uṡāl, pemimpin penduduk Yamāmah. Mereka mengikatnya di salah satu tiang masjid.
Sa'ad terluka pada hari perang Khandaq. Ia dipanah oleh seorang lelaki Quraisy yang dikenal dengan nama Ḥibbān bin Al-'Ariqah, dia memanahnya tepat mengenai urat nadi besarnya di tengah lengan. Lalu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendirikan tenda untuknya di dalam masjid agar beliau dapat menjenguknya dari dekat.
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengerjakan salah satu dari dua salat sore hari dengan dua rakaat saja, kemudian beliau bersalam. -Muhammad (salah satu rawi) mengatakan, "Kemungkinan besar salat ini adalah salat asar"-. Selanjutnya beliau bangkit menuju sebatang kayu yang terletak di depan masjid lalu meletakkan tangan di atas kayu tersebut.
Sesungguhnya bila terjadi sesuatu (yang baru) dalam salat pasti aku beritahukan kepada kalian, tetapi aku hanyalah manusia biasa seperti kalian, terkadang lupa sebagaimana kalian lupa. Apabila aku lupa maka ingatkanlah aku, dan apabila salah seorang dari kalian merasa ragu dalam salatnya, maka hendaklah ia berusaha mencari yang benar lalu menyempurnakannya, kemudian mengucap salam lalu sujud dua kali.
Sesungguhnya Jibril -'alaihi as-salām- datang kepadaku dan memberi kabar gembira untukku. Dia berkata, "Sesungguhnya Allah berfirman, 'Siapa yang bersalawat atasmu, maka Aku bersalawat untuknya. Siapa yang mengucapkan salam kepadamu, maka Aku beri keselamatan untuknya.' Maka aku bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah."
Apabila muazin telah diam (selesai) dari azan salat fajar, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berdiri lalu melakukan salat dua rakaat yang ringan (singkat) sebelum salat fajar; setelah fajar tampak jelas. Kemudian beliau berbaring ke arah kanannya sampai muazin mendatangi beliau untuk mengumandangkan ikamah
Apabila salah seorang dari kalian salat menghadap sesuatu yang ia jadikan sutrah (pembatas) dari orang lain, lalu seseorang ingin lewat di depannya hendaknya ia mencegah orang itu. Jika ia enggan dicegah, hendaknya ia memeranginya. Sesungguhnya orang itu adalah setan.
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah menakut-nakuti hamba-hamba-Nya dengan keduanya. Sesungguhnya keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seorang manusia. Jika kalian mendapati gerhana, maka salatlah dan berdoalah hingga lenyap apa yang menimpa kalian (gerhana)!
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memulai salat dengan takbiratul ihram dan memulai bacaan dengan "Alḥamdulillāhi Rabbil 'ālamīn". Ketika rukuk beliau tidak terlalu mengangkat kepala dan juga tidak terlalu menundukkannya, tetapi pertengahan antara keduanya.
Kembali lalu salatlah, karena sesungguhnya engkau belum salat!
Rasulullah ﷺ mengajari kami istikharah dalam semua urusan sebagaimana beliau mengajari kami surah Al-Qur`an
Tidaklah Nabi ﷺ mengerjakan suatu salat setelah turun surah Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fatḥ (An-Naṣr) kecuali di dalamnya beliau membaca, "Subḥānaka rabbanā wa biḥamdika allāhumma-gfir lī (Mahasuci Engkau, wahai Tuhan kami, aku memuji-Mu. Ya Allah! Ampunilah aku)
Sekiranya manusia mengetahui keutamaan azan dan saf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan berundi, niscaya mereka akan berundi untuk mendapatkannya
Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya
Perhatikanlah salat dan perhatikanlah pula budak-budak kalian!