1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Fikih dan Uṣūl Fikih

Hadis Kenapa ada orang-orang yang mengangkat penglihatannya ke arah langit dalam salat mereka?" Lalu peringatan beliau bertambah keras sampai-sampai beliau bersabda, 'Hendaklah mereka berhenti melakukannya, karena kalau tidak, niscaya akan tersambar pengelihatannya (sehingga menjadi buta)!'

عَن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي صَلاَتِهِمْ»، فَاشْتَدَّ قَوْلُهُ فِي ذَلِكَ، حَتَّى قَالَ: «لَيَنْتَهُنَّ عَنْ ذَلِكَ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ».

Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda,
"Kenapa ada orang-orang yang mengangkat penglihatannya ke arah langit dalam salat mereka?" Lalu peringatan beliau bertambah keras sampai-sampai beliau bersabda, 'Hendaklah mereka berhenti melakukannya, karena kalau tidak, niscaya akan tersambar pengelihatannya (sehingga menjadi buta)!'"

Sahih HR. Bukhari Ṣaḥīḥ Bukhari - 750

Uraian

Nabi ﷺ memperingatkan orang yang melihat ke atas ketika salat saat berdoa atau lainnya. Kemudian beliau mempertegas larangan dan ancamannya terhadap orang yang melakukan hal itu, yaitu dikhawatirkan penglihatan mereka akan dicabut dengan cepat, tanpa mereka rasakan ternyata mereka telah kehilangan nikmat penglihatan.

Faidah dari Hadis

  1. 1- Keindahan dakwah Nabi ﷺ dan penjelasan beliau terhadap kebenaran, yaitu beliau tidak mengungkap siapa yang melakukan kesalahan karena yang menjadi tujuan adalah menerangkan kebenaran dan itu telah terwujud. Juga, karena cara tersebut menutupi orang yang bersalah dan lebih mudah untuk diterima.
  2. 2- Larangan tegas dan ancaman keras terhadap orang yang melihat ke atas ketika salat.
  3. 3- Disebutkan dalam 'Aunul-Ma'būd: "Ilat larangan tersebut adalah ketika ia mengangkat pandangan ke atas maka ia telah keluar dari wibawa kiblat serta telah berpaling dari kiblat dan posisi salat."
  4. 4- Mengangkat pandangan ke atas berlawanan dengan khusyuk dalam salat.
  5. 5- Agungnya kedudukan salat, dan orang yang mengerjakan salat wajib dalam keadaan beradab yang sempurna terhadap Allah ﷻ.

Tampilkan Terjemahan

39 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
BN বাংলা البنغالية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
SQ Shqip الألبانية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
MOS Moore الموري
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
UK Українська الأوكرانية
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية