Adab-adab Syar'i

188Daftar Hadis 15Kategori

Daftar Hadis 188

Jika seseorang mencintai saudaranya, beritahukanlah kepadanya bahwa dia mencintainya
Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, menghadiri undangan, dan mendoakan orang yang bersin
Tahukah kalian apa gibah itu?" Para ‎sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Beliau bersabda, "Engkau menyebut-nyebut ‎saudaramu dengan sesuatu yang ia benci
Tidak halal bagi seorang muslim memboikot saudaranya lebih dari tiga hari; keduanya saling bertemu, tetapi yang satu berpaling dan yang lain pun berpaling. Yang paling baik di antara mereka berdua adalah yang memulai ucapan salam
Sesungguhnya Nabi ﷺ tidak pernah menolak minyak wangi
Sesungguhnya Allah rida pada seorang hamba ketika dia menyantap makanan lalu dia memuji Allah atas makanan itu atau minum lalu dia memuji Allah atas minuman itu
Nak, ucapkanlah bismillāh, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu
Apabila salah seorang kalian makan, hendaklah ia makan ‎dengan tangan kanannya, dan jika ia minum, hendaklah minum dengan ‎tangan kanannya, karena setan itu makan dengan tangan kirinya dan ‎minum dengan tangan kirinya pula
'Janganlah kalian memakai sutra dan pakaian sutra! Janganlah kalian minum di wadah emas dan perak! Jangan pula makan di piring emas dan perak! Sesungguhnya barang-barang itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia dan untuk kita di akhirat.'
Siapa yang memakai sutra di dunia, maka ia tidak akan memakainya di akhirat
Biarkan keduanya karena aku memasukkan kedua kakiku ke dalam keduanya dalam keadaan suci
Wahai Rasulullah! Bolehkah salah seorang dari kami tidur sedangkan dia dalam keadaan junub?" Beliau menjawab, "Ya, boleh, jika dia sudah berwudu, silakan tidur."
Apabila salah seorang kalian berwudu, hendaklah ia masukkan air ke dalam hidungnya kemudian dikeluarkan. Siapa yang melakukan istijmar hendaklah dengan bilangan ganjil
Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian memegang kemaluannya ‎dengan tangan kanan ketika buang air kecil, jangan membersihkan bekas ‎kotoran (istinja) dengan tangan kanan, dan jangan pula bernapas dalam ‎bejana
Jika salah seorang kalian melihat mimpi yang dia sukai, maka itu berasal dari Allah. Sebab itu, hendaklah dia memuji Allah dan menceritakannya. Tetapi, jika dia melihat mimpi selain itu yang dia tidak sukai, maka itu berasal dari setan. Sebab itu hendaklah dia memohon perlindungan (kepada Allah) dari keburukannya dan janganlah dia menceritakannya kepada siapa pun karena tidak akan membahayakannya
Apabila Rasulullah ﷺ bersin, beliau meletakkan tangannya -atau pakaiannya- pada mulutnya dan merendahkan -atau menekan- suaranya
Ada seorang pria yang makan di hadapan Rasulullah ﷺ dengan tangan kirinya. Maka beliau berkata, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Orang itu menjawab, “Aku tak bisa.” Nabi pun berkata, “Semoga engkau benar-benar tidak bisa.”
Sesungguhnya seorang hamba benar-benar lepas berbicara dengan satu kalimat yang tidak jelas (baik atau buruknya), maka dia akan tergelincir ke dalam neraka yang lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat.
Apabila salah seorang kalian bertemu dengan saudaranya, hendaknya dia mengucapkan salam kepadanya. Jika kemudian keduanya dipisahkan oleh pohon, tembok, atau batu kemudian bertemu lagi, hendaknya dia mengucapkan salam lagi kepadanya
Mimpi yang baik itu datang dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk datang dari setan. Jika salah seorang kalian bermimpi buruk yang ia khawatirkan, hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya dan berlindung dari setan, karena itu tidak akan membahayakannya
Aku pernah bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah keselamatan itu?" Beliau bersabda, "Jagalah lisanmu, cukupkanlah diri dengan rumahmu, dan tangisilah kesalahanmu!
Tunjukilah aku suatu amalan, jika aku mengerjakannya maka aku masuk surga." Beliau bersabda, "Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan salat wajib, membayar zakat fardu, dan berpuasa di bulan Ramadan
Siapa melihatku dalam tidurnya, niscaya ia akan melihatku dalam sadarnya - atau seakan-akan ia melihatku dalam sadarnya - karena setan tidak bisa menyerupaiku.
Hendaklah yang berkendara mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki, dan yang berjalan kaki mengucapkan salam kepada yang duduk, dan yang berjumlah sedikit mengucapkan salam kepada yang berjumlah banyak
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau suka makanan itu, beliau menyantapnya. Apabila tidak menyukainya, beliau membiarkannya.
Janganlah kalian memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Jika kalian bertemu salah seorang mereka di jalan, maka desaklah mereka ke bagian jalan yang paling sempit (pinggir)
Jika salah seorang dari kalian menggunakan sandal, maka ‎mulailah dengan kaki kanan. Jika ‎dia melepaskan sandalnya, maka hendaknya dia mulai ‎dengan melepaskan sandal yang kiri. Maka jadikanlah ‎sebelah kanan yang pertama kali dipakai, dan jadikanlah ‎sebelah kanan pula yang terakhir dilepas.‎
Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat pada timbangan seorang mukmin kelak pada hari kiamat daripada akhlak baik. Sungguh, Allah benar-benar membenci orang yang tutur katanya keji lagi kotor
"Termasuk dosa besar seseorang mencela kedua orang tuanya." Dikatakan, "Apakah mungkin seseorang mencela kedua orang tuanya?" Nabi bersabda, "Ya. Seseorang mencela bapak orang lain sehingga orang itu pun mencela bapaknya, dan mencela ibunya sehingga orang itu pun mencela ibunya sendiri."
Nabi ﷺ keluar menemui kami. Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, kami sudah tahu bagaimana mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana kami berselawat?'
Seorang lelaki bertanya kepada Nabi ﷺ, 'Amalan apa yang terbaik dalam Islam?' Beliau menjawab, 'Memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kaukenal dan belum kaukenal.'
Seseorang berkata, "Wahai Rasulullah! Seseorang dari kami bertemu saudara atau kawannya, apakah ia boleh membungkukkan badan padanya?" Beliau menjawab, "Tidak." Ia bertanya lagi, "Apakah ia boleh memeluknya dan menciumnya?" Beliau bersabda, "Tidak." Ia bertanya lagi, "Apakah ia boleh memegang tangannya dan menjabatnya?" Beliau menjawab, "Ya."
Siapa yang bersumpah, lalu mengatakan dalam sumpahnya, 'Demi Lāt dan 'Uzzā', maka hendaklah dia mengucapkan, 'Lā ilāha illallāh!' Siapa yang berkata kepada temannya, 'Kemarilah, ayo kita berjudi!', maka hendaknya dia bersedekah!
Jika seorang hamba melaknat sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit, lalu ‎tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu akan turun lagi ke bumi, namun pintu-‎pintu bumi telah tertutup. Laknat itu kemudian bergerak ke kanan dan ke kiri, jika tidak ‎mendapatkan tempat sasaran, dia akan menghampiri orang yang dilaknat, jika ia layak ‎dilaknat. Namun jika tidak, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang melaknat.‎
“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lain, dan jangan pula seorang wanita (melihat) aurat wanita lain!
Seorang muslim adalah orang yang tidak menyakiti kaum muslimin lainnya, entah dengan lisan ataupun tangannya. Orang yang berhijrah itu adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah
Orang yang membaca Al-Qur`an secara terang-terangan (di depan orang ramai) seperti orang yang bersedekah terang-terangan, sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dengan pelan (kondisi sepi) seperti orang yang bersedekah sembunyi-sembunyi
Apabila Nabi ﷺ pergi ke tempat tidurnya di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau meniup keduanya seraya membaca surah Qul huwallāhu aḥad, Qul a'ūżu bi rabbil-falaq, dan Qul a'ūżu bi rabbin-nās
Ada empat sifat, siapa yang memiliki keempatnya maka dia seorang munafik sejati, namun siapa yang memiliki salah satunya maka dalam dirinya terdapat satu sifat kemunafikan hingga dia meninggalkannya, yaitu: jika dia berbicara maka dia berdusta, jika dia membuat perjanjian maka dia melanggarnya, melanggarnya, jika dia berjanji maka dia menyelisihinya, dan ketika berdebat maka dia berlaku curang
Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan orang yang keji (buruk akhlaknya), dan bukan pula orang yang jorok omongannya
Janganlah kalian memasuki pemukiman orang-orang yang menzalimi diri mereka itu kecuali dalam keadaan menangis
Rasulullah ﷺ memerintahkan kami melakukan tujuh hal dan melarang kami dari tujuh hal
Maukah kalian aku beritahukan tentang tiga orang? Yang pertama, ia berlindung kepada Allah, maka Allah pun melindunginya. Yang kedua, ia malu, maka Allah pun malu terhadapnya. Sedangkan yang ketiga, ia berpaling, maka Allah pun berpaling darinya.
Rasulullah bersabda, "Ucapkanlah, ya Allah Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui alam gaib dan yang tampak, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan jiwaku dan kejelekan setan dan sekutunya."
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dengan jamuannya. Para sahabat bertanya, "Apakah jamuannya itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Jamuan di siang hari dan malamnya. Menjamu tamu itu tiga hari, dan selebihnya adalah sedekah kepadanya."
Pada masa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- aku masih muda belia. Aku hafal apa yang disampaikan oleh Rasulullah. Tidak ada yang menghalangiku untuk berbicara, kecuali karena di sana ada orang-orang yang lebih tua dariku.
Tidak ada seorang pun hamba yang terkena ṭā'ūn (wabah penyakit) lalu dia menetap di negerinya dalam keadaan sabar dan mengharap pahala Allah, dan dia mengetahui bahwa tidak ada yang menimpanya selain apa yang telah ditetapkan oleh Allah untuknya, maka baginya pahala orang yang syahid.
Apabila salah seorang kalian sampai di satu majelis, hendaklah ia mengucapkan salam. Lalu apabila ia hendak bangun (meninggalkan majelis), hendaklah ia juga mengucapkan salam, karena tidaklah (salam) yang pertama lebih pantas (diucapkan) daripada yang terakhir
Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, niscaya seorang penyeru berseru, "Engkau telah berbuat baik dan perjalananmu juga merupakan kebaikan, serta engkau akan menempati satu tempat di Surga".
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila menuturkan satu kata, beliau mengulanginya tiga kali hingga dapat dipahami. Dan jika mendatangi suatu kaum lalu mengucapkan salam, beliau mengucapkan salam kepada mereka tiga kali.
Sesungguhnya setan akan dapat ikut makan makanan bila tidak disebut nama Allah Ta'ala padanya
Tatkala Allah menciptakan Adam -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Dia berfirman, “Pergilah dan ucapkan salam kepada mereka -beberapa malaikat yang sedang duduk- lalu ‎dengarkanlah salam penghormatan mereka kepadamu; karena itu sebagai salam penghormatanmu dan ‎keturunanmu!”
Apabila anak Adam berada di pagi hari, maka seluruh anggota tubuhnya mewanti-wanti lisannya seraya berkata, "Bertakwalah kepada Allah, karena kami hanya bergantung kepadamu! Jika engkau istikamah, kami pasti istikamah. Jika engkau menyimpang, maka kami pun akan menyimpang."
Sungguh seorang hamba berbicara dengan satu perkataan yang mengundang keridaan Allah -Ta'ālā- namun dia tidak menganggapnya penting; tetapi dengan perkataan itu Allah menaikkannya beberapa derajat. Dan sungguh seorang hamba berbicara dengan satu perkataan yang mengundang kemurkaan Allah -Ta'ālā-, namun dia tidak menganggapnya penting; tetapi dengan perkataan itu dia terjungkal ke dalam neraka jahanam.
Di antara dusta yang paling besar adalah seseorang mengaku anak kepada selain bapaknya, atau mengaku bermimpi padahal dia tidak bermimpi, atau berkata atas nama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apa yang tidak beliau ucapkan.
Dahulu kami pernah mengkhususkan untuk Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bagian tertentu dari susu. Lalu beliau datang di waktu malam, kemudian memberikan salam tanpa membangunkan yang tidur, namun terdengar oleh yang masih terjaga.
Berkumpullah pada makanan kalian dan sebutlah nama Allah, pasti Allah akan memberi kalian keberkahan pada makanan tersebut
Janganlah kalian mengumpulkannya (makan dua biji sekaligus), karena Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang mengumpulkan makanan (di mulut)! Selanjutnya ia berkata, "Kecuali orang tersebut meminta izin kepada saudaranya.
Barangsiapa meninggalkan pakaian (mewah) karena merendahkan diri kepada Allah, padahal dia mampu mengenakannya, niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segenap makhluk untuk disuruh memilih jenis pakaian iman mana saja yang ia kehendaki untuk dikenakan
Aku pernah lewat di hadapan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sementara sarungku terjurai. Maka beliau bersabda, "Wahai Abdullah, naikkan sarungmu!" Aku pun menaikkannya. Kemudian beliau bersabda, "naikkan lagi!" Aku pun menaikkannya lagi. Sejak itu aku selalu menjaga agar sarungku sebatas itu. Sebagian orang bertanya, "Sampai di mana batasnya?" Ia menjawab, "Sampai pertengahan betis."
Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan kematian. Jika ia orang yang berbuat baik, maka semoga kebaikannya itu dapat bertambah. Namun, jika ia adalah orang yang berbuat buruk, maka mudah-mudahan ia bertobat kepada Allah
Sesungguhnya perumpamaan orang yang menghafal Al-Qur`an seperti pemilik unta yang diikat. Jika dia menjaganya, maka dia dapat menahannya. Tetapi jika dia melepaskannya, unta itu akan pergi
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila bepergian beliau berlindung dari kesulitan safar, duka ketika pulang, al-haur ba'da al-kaun (kembali pada keburukan setelah tadinya dalam kebaikan), doa orang yang dizalimi dan pemandangan buruk terkait keluarga dan harta.
Dahulunya jika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berada dalam suatu perjalanan, lalu beliau berhenti untuk istirahat di waktu malam, beliau tidur dengan miring ke kanan. Namun jika beliau berhenti untuk istirahat menjelang subuh, beliau akan mengangkat lengannya, lalu meletakkan kepalanya di telapak tangannya
Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- bila berada di atas kendaraan dengan tujuan akan bepergian maka beliau bertakbir tiga kali, kemudian membaca, “Subḥānallażī sakhkhara lanā hāżā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn..." (Mahasuci Allah yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami).
Allāhumma qinī 'ażābaka yauma tajma'u -aw tab'aṡu- 'ibādaka." Artinya: "Ya Allah, jagalah diriku dari siksa-Mu pada hari Engkau mengumpulkan -atau membangkitkan- hamba-hamba-Mu
Siapa yang mempelajari suatu ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah ﷻ, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan dunia, maka ia tidak akan mencium aroma surga pada hari Kiamat
Wahai sekalian manusia! Siapa yang mengetahui sesuatu, maka hendaklah ia mengatakannya. Namun siapa yang tidak mengetahui, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Hanya Allah yang paling mengetahui’, karena merupakan bagian dari ilmu jika (seseorang) mengatakan terhadap hal yang tidak diketahuinya, ‘Allāhu a’lam (Hanya Allah yang paling mengetahui).
Ingatlah. Kalian semuanya sedang bermunajat kepada Tuhannya, maka jangan sekali-kali saling mengganggu di antara kalian
Pakailah pakaian kalian yang berwarna putih, sesungguhnya ia adalah sebaik-baik pakaian kalian, dan kafanilah yang meninggal di antara kalian dengannya
Jangan kalian melaknatnya. Demi Allah, yang aku ketahu adalah ia mencintai Allah dan Rasul-Nya
Aku akan menjadi penjaga pintu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- hari ini. Lantas datang Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu- lalu ia mendorong pintu. Aku bertanya, "Siapa ini?" Ia menjawab, "Abu Bakar." Aku katakan, "Sebentar." Selanjutnya aku pergi lalu aku katakan, "Wahai Rasulullah, ini Abu Bakar datang meminta izin (masuk)." Beliau bersabda, "Izinkan dia dan berilah kabar gembira Surga untuknya."
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahukan kepada kami tentang sesuatu yang telah dan sedang (bahkan akan) terjadi. Maka orang yang paling tahu (alimt) di antara kami adalah orang yang paling hafal khotbah itu di antara kami.
Jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaklah ia membaca: Al-Ḥamdulillāh. Dan saudaranya atau sahabatnya hendaklah mengucapkan: Yarḥamukallāh (Semoga Allah merahmatimu). Jika ia telah mengucapkan padanya: Yarḥamukallāh, maka hendaklah ia berkata: Yahdīkumullāhu wa yuṣliḥu bālakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).
Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ lalu mengucapkan salam, "As-salāmu 'alaikum." Beliau menjawab salamnya kemudian dia duduk. Lantas Nabi ﷺ bersabda, "Sepuluh
Seorang wanita muslimah tidak boleh melakukan perjalanan satu malam kecuali harus didampingi seorang laki-laki yang memiliki ikatan mahram dengannya
Sarung seorang laki-laki muslim sampai setengah betis, namun tidaklah mengapa -atau tidaklah berdosa- bila dipanjangkan antara pertengahan betis hingga mata kaki. Sedangkan yang (tertutupi) di bawah mata kaki, maka akan (disiksa) di neraka. Siapa yang menyeret sarungnya karena sombong, maka Allah tidak akan melihat kepadanya
Jika salah seorang kalian menguap, hendaklah dia menahannya dengan meletakkan tangan pada mulutnya karena setan akan masuk
Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ‎ada enam." Ada yang bertanya, "Apa saja hak-hak itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Apabila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam, bila dia mengundangmu maka ‎penuhilah undangannya, bila dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah, bila dia bersin dan ‎mengucapkan alḥamdulillāh maka ucapkanlah yarḥamukallāh (semoga Allah merahmatimu), bila dia sakit maka ‎jenguklah, dan bila dia meninggal dunia antarkanlah (jenazahnya)
Allah tidak memandang orang yang menyeret pakaiannya karena sombong
Ażhibil-ba`sa, rabban-nās, wa-syfi antasy-syāfī, lā syifā`a illā syifā`uka, syifā`an lā yugādiru saqaman (Hilangkanlah penyakit ini, wahai Tuhan manusia! Sembuhkanlah ia, karena Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tiada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit)
Sumpah dapat melariskan barang dagangan namun menghilangkan keberkahan laba penghasilan
Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabatan tangan, kecuali akan diampuni dosa mereka berdua sebelum keduanya berpisah
Semoga Allah membaguskan rupa orang yang mendengar sebagian hadis kami kemudian ia menyampaikannya seperti yang ia dengar. Barangkali orang yang disampaikan padanya (suatu hadis) justru lebih paham daripada orang yang mendengarnya langsung
Siapa pun orang yang berkata kepada saudaranya, 'Wahai kafir', maka perkataan tersebut kembali kepada salah satu dari mereka berdua. Bila saudaranya itu benar seperti yang dikatakannya, (maka perkataan itu berlaku padanya). Namun jika tidak benar, perkataan itu kembali kepada dirinya sendiri
Allah Ta'ala berfirman: Anak Adam menyakiti-Ku. Mereka mencaci masa, padahal Aku pemilik dan pengatur masa. Di tangan-Kulah semua urusan. Akulah yang membolak-balik malam dan siang