Sesungguhnya Allah rida pada seorang hamba ketika dia menyantap makanan lalu dia memuji Allah atas makanan itu atau minum lalu dia memuji Allah atas minuman itu
Apabila salah seorang kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan jika ia minum, hendaklah minum dengan tangan kanannya, karena setan itu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula
Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian memegang kemaluannya dengan tangan kanan ketika buang air kecil, jangan membersihkan bekas kotoran (istinja) dengan tangan kanan, dan jangan pula bernapas dalam bejana
Ada seorang pria yang makan di hadapan Rasulullah ﷺ dengan tangan kirinya. Maka beliau berkata, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Orang itu menjawab, “Aku tak bisa.” Nabi pun berkata, “Semoga engkau benar-benar tidak bisa.”
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau suka makanan itu, beliau menyantapnya. Apabila tidak menyukainya, beliau membiarkannya.
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang bernapas di dalam wadah air (bejana) atau meniupnya.
Apabila salah seorang di antara kalian selesai makan, maka janganlah ia mengusap (membersihkan) jari-jarinya hingga ia menjilatinya atau menjilatkannya (ke orang lain).
Telah turun pengharaman khamar (arak), dan khamar itu terbuat dari lima jenis: anggur, kurma, madu, gandum, dan jawawut
Berkumpullah pada makanan kalian dan sebutlah nama Allah, pasti Allah akan memberi kalian keberkahan pada makanan tersebut
Janganlah kalian mengumpulkannya (makan dua biji sekaligus), karena Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang mengumpulkan makanan (di mulut)! Selanjutnya ia berkata, "Kecuali orang tersebut meminta izin kepada saudaranya.
Orang ini ikut dengan kami, jika engkau menghendaki, engkau bisa mengizinkannya (masuk). Jika engkau tak berkenan, ia bisa kembali pulang.
Aku pernah melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- makan dengan tiga jarinya. Apabila sudah selesai, beliau menjilatinya.
Aku memberi minum kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dari air Zamzam, lalu beliau pun meminumnya sambil berdiri.
Di masa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kami makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri.
Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri! Siapa yang lupa maka hendaknya dia memuntahkannya!
Rasulullah -ṣallallahu 'alaihi wasallam- melarang minum dari mulut teko atau qirbah (kantong air dari kulit).
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diberi minuman lalu beliau meminumnya, sedangkan di sebelah kanannya ada seorang anak kecil
Sesungguhnya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- jika selesai makan beliau menjilat ketiga jarinya
Tutuplah bejana, ikatlah kantung air, kuncilah pintu-pintu dan padamkanlah lampu. Sesungguhnya setan tidak bisa membuka ikatan kantung air, tidak bisa membuka pintu dan tidak dapat membuka tutup bejana.
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintahkan untuk menjilati jari-jari dan piring, dan beliau bersabda, "Sesungguhnya kalian tidak tahu bagian makanan yang manakah terdapat keberkahannya."
Sejelek-jelek makanan adalah makanan pada acara walimah (resepsi) di mana yang diundang adalah orang-orang kaya saja dan tidak diundang orang-orang miskin. Siapa yang tidak memenuhi undangan walimah, maka ia telah berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam
Keberkahan turun di tengah-tengah makanan; maka makanlah dari pinggirnya dan jangan dari tengah-tengahnya!
Aku pernah bersama Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- bertamu kepada beberapa orang Majusi; lalu disuguhkan fālūżaj (manisan dari campuran tepung gandum, margarin sapi dan madu) di atas bejana perak, maka dia pun enggan memakannya.