1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Keutamaan dan Adab

Hadis Siapa yang bersumpah, lalu mengatakan dalam sumpahnya, 'Demi Lāt dan 'Uzzā', maka hendaklah dia mengucapkan, 'Lā ilāha illallāh!' Siapa yang berkata kepada temannya, 'Kemarilah, ayo kita berjudi!', maka hendaknya dia bersedekah!

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَنْ حَلَفَ فَقَالَ فِي حَلِفِهِ: وَاللَّاتِ وَالعُزَّى، فَلْيَقُلْ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ: تَعَالَ أُقَامِرْكَ، فَلْيَتَصَدَّقْ».

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda,
"Siapa yang bersumpah, lalu mengatakan dalam sumpahnya, 'Demi Lāt dan 'Uzzā', maka hendaklah dia mengucapkan, 'Lā ilāha illallāh!' Siapa yang berkata kepada temannya, 'Kemarilah, ayo kita berjudi!', maka hendaknya dia bersedekah!"

Sahih Muttafaq 'alaih Ṣaḥīḥ Bukhari - 4860

Uraian

Nabi ﷺ mewanti-wanti jangan sampai bersumpah dengan selain Allah karena orang beriman itu tidak akan bersumpah kecuali dengan Allah. Beliau mengabarkan bahwa orang yang bersumpah dengan selain Allah, seperti orang yang bersumpah dengan Lāt dan 'Uzzā yang merupakan berhala yang disembah di masa jahiliah sebelum Islam, maka ia wajib memperbaikinya dengan membaca: Lā ilāha illallāh, sebagai bentuk pembebasan diri dari kesyirikan sekaligus sebagai kafarat terhadap sumpahnya itu.
Kemudian beliau ﷺ mengabarkan bahwa orang yang mengatakan kepada temannya, "Mari, kita berjudi", maka dianjurkan agar ia bersedekah dengan sesuatu sebagai kafarat atas ajakannya itu. Judi adalah tindakan dua orang atau lebih untuk saling taruhan harta di antara mereka, lalu diambil oleh yang menang, dan masing-masing tidak lepas dari kemungkinan untung atau rugi.

Faidah dari Hadis

  1. 1- Bersumpah tidak boleh kecuali dengan Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
  2. 2- Bersumpah dengan selain Allah Ta'ala hukumnya haram, baik bersumpah dengan berhala seperti Lāt dan 'Uzzā, bersumpah dengan amanah, bersumpah dengan Nabi atau lain sebagainya.
  3. 3- Al-Khaṭṭābiy berkata, "Sumpah hanya diucapkan dengan sembahan yang diagungkan. Ketika seseorang bersumpah dengan Lāt dan semisalnya, ia telah menyerupai orang kafir. Sebab itu, ia diperintahkan agar memperbaiki hal itu dengan mengucapkan kalimat tauhid."
  4. 4- Orang yang bersumpah dengan selain Allah tidak wajib membayar kafarat sumpah, tetapi ia wajib bertobat dan beristigfar, karena dosanya lebih besar; tidak mampu digugurkan kecuali dengan tobat.
  5. 5- Pengharaman judi dengan segala model dan bentuknya, yaitu perjudian yang telah diharamkan oleh Allah Ta'ala dan disandingkan dengan khamar dan berhala.
  6. 6- Kewajiban bertobat dari kemaksiatan ketika melakukannya.
  7. 7- Orang yang terjerumus ke dalam suatu keburukan hendaknya mengiringinya dengan kebaikan karena kebaikan akan menghilangkan keburukan.

Tampilkan Terjemahan

52 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
BN বাংলা البنغالية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
TA தமிழ் التاميلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
DE Deutsch الألمانية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
SQ Shqip الألبانية
SV Svenska السويدية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
KY Кыргызча القيرقيزية
NE नेपाली النيبالية
LT Lietuvių الليتوانية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
TG тоҷикӣ الطاجيكية
RW Kinyarwanda الكينياروندا
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
CS Čeština التشيكية
MOS Moore الموري
MG Malagasy المالاجاشية
OM Oromoo الأورومو
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
WO Wolof الولوف
AZ Azərbaycan الأذربيجانية
UK Українська الأوكرانية
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية