Sungguh Allah menangguhkan orang yang zalim, tetapi apabila Allah telah menghukumnya, Dia tidak akan melepaskannya
Kedua penghuninya benar-benar sedang disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa dengan sebab perkara besar. Adapun salah satunya, ia terbiasa tidak membersihkan diri dari kencing. Sedangkan orang kedua ialah biasa berjalan menyebarkan adu domba
Sungguh aku tahu satu kalimat, kalau ia mengucapkannya niscaya kemarahan yang dirasakannya akan hilang. Kalau saja ia mengucapkan: A'ūżu billāhi minasy-syaiṭān (Aku berlindung kepada Allah dari setan), niscaya kemarahan yang dirasakannya akan hilang
"Termasuk dosa besar seseorang mencela kedua orang tuanya." Dikatakan, "Apakah mungkin seseorang mencela kedua orang tuanya?" Nabi bersabda, "Ya. Seseorang mencela bapak orang lain sehingga orang itu pun mencela bapaknya, dan mencela ibunya sehingga orang itu pun mencela ibunya sendiri."
Siapa yang menguping pembicaraan satu kaum, sedangkan mereka tidak menyukainya maka akan dituangkan timah cair di kedua telinganya pada hari kiamat
Celakalah orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia
Jauhilah perbuatan zalim, karena sungguh kezaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Jauhilah juga sifat kikir, karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kalian
Siapa yang menceritakan dariku sebuah hadis yang dinilai dusta, maka dia adalah satu dari orang-orang yang berdusta.
Jika engkau mencari-cari aib kaum Muslimin, engkau pasti merusak mereka atau engkau hampir merusak mereka.
Siapa yang melakukan takhbīb terhadap istri orang (merusak hubungannya dengan suaminya), atau hamba sahayanya, maka ia bukanlah termasuk golongan kami.
Sesungguhnya setan sudah putus asa akan disembah oleh orang-orang yang salat di Jazirah Arab, akan tetapi ia masih berharap bisa mengadu domba di antara mereka
“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lain, dan jangan pula seorang wanita (melihat) aurat wanita lain!
Siapa yang berdusta dengan mengatasnamakanku secara sengaja, hendaklah ia mengambil tempatnya di neraka
Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak penting bagi dirinya
Apabila Allah telah mengumpulkan orang-orang terdahulu hingga yang terakhir kelak pada hari Kiamat, maka akan diangkat bendera bagi setiap pengkhianat, lalu dikatakan, 'Ini adalah pengkhianatan polan bin polan.'
Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang datang pada hari kiamat dengan (pahala) salat, puasa dan zakat. Namun ia datang telah mencela si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini dan memukul si ini. Maka orang ini diberi dari kebaikannya, dan orang ini juga diberi dari kebaikannya
Di antara dusta yang paling besar adalah seseorang mengaku anak kepada selain bapaknya, atau mengaku bermimpi padahal dia tidak bermimpi, atau berkata atas nama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apa yang tidak beliau ucapkan.
Siapa yang merasa angkuh dalam dirinya, bersikap congkak saat berjalan, ia akan menemui Allah dalam keadaan Ia murka kepadanya
Siapa yang mempelajari suatu ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah ﷻ, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan dunia, maka ia tidak akan mencium aroma surga pada hari Kiamat
Orang yang pura-pura menghiasi dirinya dengan apa yang sebenarnya tidak ada pada dirinya seperti orang yang memakai dua helai baju palsu
Dua orang yang saling mencaci, apapun yang mereka berdua katakan, maka dosanya bagi orang yang memulai di antara mereka berdua sampai orang yang dianiaya melebihi cacian orang yang memulai.
Seseorang dibawa ke hadapan (Ibnu Mas'ūd), lalu dikatakan padanya, "Ini si fulan, jenggotnya meneteskan khamar." Ia mengatakan, "Sesungguhnya kami dilarang memata-matai, namun jika nampak suatu bukti bagi kami maka kami menghukum berdasarkan itu."
Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari. Siapa yang melakukan menjauhi lebih dari tiga hari lalu ia meninggal dunia, maka ia akan masuk neraka.
Siapa memukul budaknya sebagai hukuman atas kesalahan yang tidak ia lakukan, atau menamparnya, maka kafarat (tebusannya) adalah dengan memerdekakannya.
Kehormatan istri-istri para mujahidin bagi orang-orang yang tidak berjihad itu seperti kehormatan ibu-ibu mereka
Engkau telah mengucapkan satu perkataan, andai perkataan itu dicampur (muzija) dengan air laut, niscaya ia akan mencemarinya
Sungguh, orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak dapat memberi syafaat kelak di hari Kiamat