Jihad

76Daftar Hadis 8Kategori

Daftar Hadis 76

Tiada hari yang amal saleh padanya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini", yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah
Siapa yang membunuh seorang kafir muahid, maka dia tidak akan mencium aroma surga, padahal aroma surga itu dapat dirasakan sejauh empat puluh tahun perjalanan
Seorang wanita ditemukan terbunuh di salah satu peperangan Nabi ﷺ, maka Rasulullah ﷺ melarang tindakan membunuh wanita dan anak-anak
Orang yang berperang agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi, dialah yang berperang di jalan Allah
Siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan tulus, Allah akan menyampaikannya ke tingkatan syuhada, walaupun ia meninggal di atas tempat tidurnya
Siapa yang mempersiapkan bekal untuk orang yang berperang di jalan Allah, sungguh ia telah ikut berperang. Siapa yang mengurus keluarga orang yang berperang di jalan Allah dengan suatu kebaikan, sungguh ia telah ikut berperang
Tidaklah ada seorang nabi yang Allah utus pada suatu umat sebelumku kecuali ia memiliki para pengikut setia dan sahabat-sahabat yang mengamalkan sunnahnya dan mengikuti perintahnya
Ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- padahal dia sudah meletakkan kakinya pada pelana, "Jihad apakah yang paling utama?" Beliau menjawab, "Mengucapkan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim."
Tidak akan disentuh api neraka dua kaki seorang hamba berdebu di jalan Allah
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila menunjuk seorang komandan untuk memimpin pasukan atau sariyyah (pasukan kiriman) beliau berpesan padanya agar bertakwa pada Allah dan berpesan kebaikan pada orang-orang yang bersamanya dari kalangan Muslimin.
Siapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak pernah berperang (di jalan Allah), dan tidak pernah berniat untuk berperang, maka ia mati di atas salah satu cabang kemunafikan.
Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta, jiwa, dan lisan kalian
Ribāṭ (berjaga-jaga di garis perbatasan) sehari semalam lebih baik daripada puasa dan salat malam selama satu bulan. Jika ia meninggal dunia maka amalan yang pernah ia lakukan masih tetap mengalir (pahalanya), rezekinya masih tetap diberikan, dan ia aman dari fitnah kubur (pertanyaan Munkar dan Nakir).
Setiap orang yang meninggal ditutup amalnya, kecuali murābiṭ (orang yang menjaga perbatasan negara Islam) di jalan Allah. Sesungguhnya amalnya tetap bertambah sampai hari kiamat dan ia aman dari fitnah kubur
Apabila Allah telah mengumpulkan orang-orang terdahulu hingga yang terakhir kelak pada hari Kiamat, maka akan diangkat bendera bagi setiap pengkhianat, lalu dikatakan, 'Ini adalah pengkhianatan polan bin polan.'
Allah menjamin untuk orang yang berjihad di jalan-Nya, jika Dia mewafatkannya maka Dia akan memasukkannya ke dalam surga, atau Dia mengembalikannya dalam keadaan selamat dengan membawa serta pahala atau ganimah (rampasan perang).
Menjaga perbatasan sehari di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya
Tidaklah satu luka (yang dialami) orang yang terluka di jalan Allah, melainkan ia pasti datang pada hari kiamat dalam keadaan lukanya mengeluarkan darah. Warnanya warna darah dan wanginya wangi minyak kasturi.
Seorang pria bertanya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- saat Perang Uhud, “Bagaimanakah menurut Anda jika aku terbunuh, di manakah aku?” Beliau menjawab, “Di Surga.” Maka pria itu pun membuang kurma yang ada di tangannya, lalu berperang hingga gugur terbunuh.
Tidak ada seorang pun yang masuk surga ingin kembali ke dunia walau dia akan mendapatkan segala sesuatu di muka bumi kecuali seorang yang syahid. Dia ingin kembali ke dunia, lalu dia terbunuh sebanyak sepuluh kali, karena dia telah melihat kemuliaannya.
Siapa menyiapkan seekor kuda di jalan Allah karena iman kepada Allah dan membenarkan janji-Nya, maka makanan yang membuatnya kenyang, minum yang membuatnya puas, kotorannya dan kencingnya menjadi timbangan amal orang tersebut pada hari kiamat.
Lelaki Muslim mana saja yang berperang di jalan Allah meskipun sejenak, maka wajib baginya mendapatkan surga, dan siapa yang terluka di jalan Allah atau dia mendapatkan suatu musibah, maka luka tersebut akan datang kepadanya pada hari kiamat dengan mengeluarkan darah yang banyak: warnanya seperti warna za’farān dan wanginya seperti wangi minyak kasturi.
Wahai kaum Ansar, bukankah aku dapati kalian dalam kesesatan kemudian Allah memberi petunjuk kepada kalian melalui diriku? Dahulu kalian berpecah-belah kemudian Allah persatukan kalian denganku? Dahulu kalian kekurangan kemudian Allah cukupkan kalian dengan kedatanganku?
Perang itu muslihat
Tidaklah suatu pasukan atau ekspedisi perang berperang lalu ia mendapatkan harta rampasan perang dan selamat, melainkan mereka telah mempercepat (mendapatkan) dua pertiga pahala mereka. Dan tidaklah suatu pasukan atau ekspedisi perang gagal dan terkena bencana (mati syahid atau luka-luka), maka pahala mereka telah disempurnakan.
Siapa yang tidak pernah berperang atau tidak pernah mempersiapkan keperluan orang yang berperang atau juga tidak pernah menjaga dengan baik keluarga orang yang berperang, maka Allah pasti menimpakan kepadanya bencana sebelum hari kiamat
Sesungguhnya aku tadi memerintahkan kalian untuk membakar si fulan dan si fulan. Akan tetapi, api itu tidak digunakan untuk menyiksa kecuali oleh Allah. Karena itu, jika kalian menemukan kedua orang itu, maka bunuhlah keduanya!
Sesungguhnya tidak ada yang boleh menyiksa dengan menggunakan api kecuali Tuhannya api
Akan muncul di akhir zaman sekelompok orang yang berusia muda dan memiliki pikiran dangkal. Mereka mengucapkan sebaik-baik ucapan manusia, tetapi mereka melesat keluar dari Islam seperti anak panah yang melesat dari busur
Rasulullah ﷺ tidak memerangi suatu kaum melainkan setelah mendakwahi mereka terlebih dahulu
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memasuki Makkah pada hari pembebasan kota ‎Makkah dengan memakai topi besi di atas kepalanya. Ketika beliau melepasnya, seorang lelaki ‎datang dan berkata, “Ibnu Khaṭal bergantung pada tirai Ka'bah”. Lalu beliau bersabda, ‎‎“Bunuhlah dia!".‎
Wahai Abu Sa'īd! Siapa yang rida Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai rasulnya, maka ditetapkan baginya surga