1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Akidah

Hadis Mereka itu kaum yang apabila seorang hamba yang saleh atau orang yang saleh di kalangan mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburnya

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ المؤمنين رضي الله عنها:
أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ ذَكَرَتْ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَنِيسَةً رَأَتْهَا بِأَرْضِ الْحَبَشَةِ، يُقَالُ لَهَا مَارِيَةُ، فَذَكَرَتْ لَهُ مَا رَأَتْ فِيهَا مِنَ الصُّوَرِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أُولَئِكَ قَوْمٌ إِذَا مَاتَ فِيهِمُ الْعَبْدُ الصَّالِحُ، أَوِ الرَّجُلُ الصَّالِحُ، بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا، وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ، أُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللهِ».

Ummul Mukminin Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- meriwayatkan,
Ummu Salamah menyebutkan kepada Rasulullah ﷺ sebuah gereja yang dilihatnya di negeri Ḥabasyah yang dinamakan Mariyah. Ia menuturkan kepada beliau gambar-gambar yang disaksikannya di dalam gereja tersebut. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Mereka itu kaum yang apabila seorang hamba yang saleh atau orang yang saleh di kalangan mereka meninggal, mereka membangun masjid di atas kuburnya dan membuat gambar itu di dalamnya. Mereka adalah sejelek-jelak makhluk di sisi Allah."

Sahih Muttafaq 'alaih Ṣaḥīḥ Bukhari - 434

Uraian

Ummul Mukminin Ummu Salamah -raḍiyallāhu 'anhā- menyebutkan kepada Nabi ﷺ bahwa ketika berada di negeri Habasyah, ia melihat sebuah gereja yang diberi nama Mariyah, di dalamnya terdapat gambar dan hiasan-hiasan. Ia menceritakan itu karena takjub dengannya! Maka Nabi ﷺ menerangkan sebab menaruh gambar-gambar itu. Beliau menyebutkan: Orang-orang yang engkau sebutkan itu, ketika di tengah mereka ada orang saleh yang wafat, mereka membangun tempat ibadah di atas kuburnya sebagai tempat salat dan membuat gambar-gambar itu. Beliau menjelaskan bahwa pelaku perbuatan itu adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah Ta'ala karena perbuatannya itu menyebabkan adanya kesyirikan kepada-Nya.

Faidah dari Hadis

  1. 1- Pengharaman membangun masjid di atas kuburan, salat di sisinya, atau mengubur orang yang meninggal di dalam masjid, sebagai bentuk menutup media kesyirikan.
  2. 2- Membangun masjid di atas kubur dan memasang gambar di dalamnya adalah perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani, dan orang yang melakukan itu berarti telah menyerupai mereka.
  3. 3- Pengharaman membuat gambar bernyawa.
  4. 4- Orang yang membangun masjid di atas kubur dan membuat gambar di dalamnya adalah seburuk-buruk makhluk Allah Ta'ala.
  5. 5- Penjagaan sempurna yang dilakukan oleh syariat terhadap tauhid dengan menutup semua wasilah yang dapat mengantar kepada kesyirikan.
  6. 6- Larangan sikap guluw (berlebihan) pada orang-orang saleh karena menjadi sebab terjerumus dalam kesyirikan.

Tampilkan Terjemahan

60 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
UG ئۇيغۇرچە الأيغورية
BN বাংলা البنغالية
FR Français الفرنسية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
TA தமிழ் التاميلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
DE Deutsch الألمانية
JA 日本語 اليابانية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
SQ Shqip الألبانية
SV Svenska السويدية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
KY Кыргызча القيرقيزية
NE नेपाली النيبالية
YO Yorùbá اليوروبا
LT Lietuvių الليتوانية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
SO Soomaali الصومالية
TG тоҷикӣ الطاجيكية
RW Kinyarwanda الكينياروندا
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
CS Čeština التشيكية
MOS Moore الموري
MG Malagasy المالاجاشية
OM Oromoo الأورومو
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
WO Wolof الولوف
AZ Azərbaycan الأذربيجانية
UZ O‘zbek الأوزبكية
UK Українська الأوكرانية
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
BM Bambara البامبارية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية
KMR Kurmancî الكرمنجية