1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Akidah

Hadis Allah akan memasukkannya ke dalam surga seperti apa pun amalnya

عَنْ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ».

'Ubādah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda,
"Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya, bahwa Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya, kalimat-Nya yang disampaikan pada Maryam, dan ruh dari-Nya, juga bersaksi bahwa surga benar adanya serta neraka benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga seperti apa pun amalnya."

Sahih Muttafaq 'alaih Ṣaḥīḥ Bukhari - 3435

Uraian

Rasulullah ﷺ mengabari kita bahwa orang yang mengucapkan kalimat tauhid disertai pemahaman terhadap maknanya dan mengamalkan konsekuensinya, bersaksi atas kehambaan Muhammad ﷺ dan kerasulannya, mengakui kehambaan Isa dan kerasulannya, juga bersaksi bahwa Allah menciptakannya dengan kalimat "jadilah" maka dia pun ada, bahwa dia adalah roh di antara roh-roh yang diciptakan Allah, serta membebaskan ibunya dari semua tuduhan yang disematkan orang-orang Yahudi padanya, sekaligus beriman bahwa surga itu benar adanya serta neraka juga benar adanya dengan meyakini keduanya sudah ada dan keduanya adalah nikmat Allah dan siksa-Nya, lalu dia meninggal di atas keyakinan itu, maka tempat kembalinya adalah surga, walaupun dia kurang dalam ketaatan dan memiliki dosa.

Faidah dari Hadis

  1. 1- Allah Ta'ala menciptakan Isa bin Maryam dengan kalimat "jadilah" tanpa ayah.
  2. 2- Menggabungkan antara status Nabi Isa dan Muhammad -semoga Allah melimpahkan selawat dan salam pada keduanya- bahwa keduanya sama-sama hamba Allah dan utusan-Nya; keduanya adalah utusan yang tidak boleh didustakan serta hamba yang tidak boleh disembah.
  3. 3- Keutamaan tauhid dan penghapusannya terhadap dosa, dan tempat kembali orang yang bertauhid ialah surga walaupun ia terjerumus dalam sebagian dosa.

Tampilkan Terjemahan

59 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
UG ئۇيغۇرچە الأيغورية
BN বাংলা البنغالية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
TA தமிழ் التاميلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
DE Deutsch الألمانية
JA 日本語 اليابانية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
SQ Shqip الألبانية
SV Svenska السويدية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
KY Кыргызча القيرقيزية
NE नेपाली النيبالية
YO Yorùbá اليوروبا
LT Lietuvių الليتوانية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
SO Soomaali الصومالية
TG тоҷикӣ الطاجيكية
RW Kinyarwanda الكينياروندا
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
CS Čeština التشيكية
MOS Moore الموري
MG Malagasy المالاجاشية
OM Oromoo الأورومو
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
WO Wolof الولوف
AZ Azərbaycan الأذربيجانية
UZ O‘zbek الأوزبكية
UK Українська الأوكرانية
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
BM Bambara البامبارية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية
KMR Kurmancî الكرمنجية