عن أبي هريرة رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "كَلِمَتَانِ خفيفتان على اللسان، ثقيلتان في الميزان، حبيبتان إلى الرحمن: سبحان الله وبحمده، سبحان الله العظيم".
[صحيح] - [متفق عليه]
المزيــد ...

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, bahwa beliau bersabda, "Dua kalimat yang disukai Allah Yang Maha Pengasih, ringan di lidah, namun berat dalam timbangan, yaitu: Subḥānallāhi wa biḥamdihi, subḥānallāhil-'aẓīm (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah Yang Mahaagung)."
Hadis sahih - Muttafaq 'alaih

Uraian

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan dalam hadis ini bahwa Rabb kita Yang Maha Pengasih - Tabāraka wa Ta'ālā- menyukai dua kalimat berikut yang memiliki sedikit huruf, namun keduanya berat dalam timbangan, yaitu ucapan "Subḥānallāhi wa biḥamdihi, subḥānallāhil-'aẓīm" (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah Yang Mahaagung); karena keduanya mengandung tasbih kepada Allah -Ta'ālā- dan penyucian-Nya dari berbagai kekurangan dan segala sesuatu yang tidak pantas bagi keagungan-Nya, serta penegasan terhadap penyucian ini dengan menyifati-Nya dengan keagungan.

Terjemahan: Inggris Prancis Spanyol Turki Urdu Bosnia Rusia Bengali China Persia Tagalog Indian Sinhala Uyghur Kurdi Hausa Portugis Malayalam Telugu Sawahili Tamil Burma Thailand Jerman Jepang
Tampilkan Terjemahan

Faedah

  1. Diperbolehkan bersajak dengan syarat tidak dipaksakan.
  2. Keutamaan kedua lafal zikir ini.
  3. Menetapkan sifat cinta bagi Allah -'Azza wa Jalla- menurut kaifiat yang pantas bagi-Nya.
  4. Menetapkan nama Ar-Raḥmān bagi Allah -'Azza wa Jalla-.
  5. Anjuran membaca zikir ini; sedikit kalimatnya tetapi banyak kebaikannya.
  6. Zikir bertingkat-tingkat keutamaannya dan hal itu diikuti dengan perbedaan tingkat pahala.
  7. Menetapkan mizan (timbangan) dan bahwa timbangan benar ada.
  8. Dianjurkan kepada siapa yang mengajak orang lain pada suatu amalan agar menyebutkan sebagian faedahnya.