1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi

Hadis Wahai pamanku! Ucapkanlah, 'Lā ilāha illallāh'; sebuah kalimat yang dapat aku gunakan untuk membelamu di sisi Allah

عن سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ:

لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبٍ الْوَفَاةُ، جَاءَهُ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَوَجَدَ عِنْدَهُ أَبَا جَهْلٍ وَعَبْدَ اللهِ بْنَ أَبِي أُمَيَّةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، فَقَالَ: «أَيْ عَمِّ، قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللهِ»، فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ وَعَبْدُ اللهِ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ: أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، فَلَمْ يَزَلْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ، وَيُعِيدَانِهِ بِتِلْكَ الْمَقَالَةِ، حَتَّى قَالَ أَبُو طَالِبٍ آخِرَ مَا كَلَّمَهُمْ: عَلَى مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، وَأَبَى أَنْ يَقُولَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «وَاللهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ»، فَأَنْزَلَ اللهُ: {مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ} [التوبة: 113]، وَأَنْزَلَ اللهُ فِي أَبِي طَالِبٍ، فَقَالَ لِرَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: {إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ} [القصص: 56].

Sa'īd bin Al-Musayyib meriwayatkan, ayahnya berkata,
"Menjelang Abu Ṭālib wafat, Rasulullah ﷺ datang menjenguknya dan beliau mendapati Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah bin Al-Mugīrah ada di sisinya. Beliau berkata, "Wahai pamanku! Ucapkanlah, 'Lā ilāha illallāh'; sebuah kalimat yang dapat aku gunakan untuk membelamu di sisi Allah." Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah berkata, "Apakah kamu membenci agama Abdul Muṭṭalib?" Rasulullah ﷺ terus mengajaknya mengucapkan itu, dan kedua orang tersebut juga mengulangi kata itu kepadanya. Hingga Abu Ṭālib berkata di akhir ucapannya kepada mereka, "Tetap di atas agama Abdul Muṭṭalib." Dia enggan mengucapkan "lā ilāha illallāh". Rasulullah ﷺ bersabda, "Demi Allah, sungguh aku akan memohon ampunan untukmu selama aku tidak dilarang memintanya untukmu." Maka Allah menurunkan, "Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik." [QS. At-Taubah: 113] Allah juga menurunkan ayat tentang Abu Ṭālib, yaitu Allah berfirman kepada Rasulullah ﷺ, "Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki." [QS. Al-Qaṣaṣ: 56]."

Sahih Muttafaq 'alaih Ṣaḥīḥ Bukhari - 4772

Uraian

Nabi ﷺ datang menemui pamannya, Abu Ṭālib, ketika sedang sekarat, lalu beliau berkata: Wahai pamanku! Ucapkanlah "lā ilāha illallāh"; sebuah kalimat yang dapat aku gunakan untuk membelamu di sisi Allah. Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah berkata: Wahai Abu Ṭālib! Apakah kamu akan meninggalkan agama ayahmu, Abdul Muṭṭalib? Yaitu menyembah berhala. Keduanya terus-menerus berbicara kepadanya hingga ia mengucapkan kalimat terakhir yang disampaikannya: "Tetap di atas agama Abdul Muṭṭalib", yaitu agama kesyirikan dan penyembahan berhala. Kemudian Nabi ﷺ bersabda: Aku akan memohon ampunan untukmu selama Tuhanku tidak melarangku dari hal itu. Maka turunlah firman Allah Ta'ala, "Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman untuk memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang itu kaum kerabat-(nya), setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahannam." [QS. At-Taubah: 113]. Dan turun pula terkait Abu Ṭālib, firman Allah Ta'ala, "Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." [QS. Al-Qaṣaṣ: 56]. Engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kauinginkan hidayah untuknya, karena kewajibanmu adalah menyampaikan, dan Allah-lah yang menunjuki siapa yang Dia kehendaki.

Faidah dari Hadis

  1. 1- Haram memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, walau seperti apa pun kekerabatan, amalan, dan kebaikan mereka.
  2. 2- Mengikuti nenek moyang dan orang-orang besar dalam kebatilan merupakan perbuatan ahli jahiliah.
  3. 3- Kesempurnaan kasih sayang Nabi ﷺ dan kesungguhan beliau dalam mendakwahi manusia dan memberi mereka petunjuk.
  4. 4- Bantahan terhadap orang yang mengira keislaman Abu Ṭālib.
  5. 5- Amalan tergantung penutupnya.
  6. 7- Batilnya tindakan bergantung kepada Nabi ﷺ dan yang lainnya untuk mendatangkan manfaat atau menolak bahaya.
  7. 8- Orang yang mengucapkan "lā ilāha illallāh" atas dasar ilmu, yakin, dan keimanan, maka ia telah masuk Islam.
  8. 9- Bahaya memiliki teman buruk dan jahat.
  9. 10- Makna "lā ilāha illallāh" ialah meninggalkan penyembahan terhadap berhala, para wali, dan orang-orang saleh; mengesakan Allah dalam ibadah. Orang-orang musyrik sebenarnya mengetahui maknanya.
  10. 11- Boleh menjenguk orang musyrik yang sedang sakit jika diharapkan keislamannya.
  11. 12- Hidayah taufik di tangan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, sedangkan Rasul ﷺ hanya bertugas mengemban hidayah petunjuk, bimbingan, dan penyampaian.

Tampilkan Terjemahan

59 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
UG ئۇيغۇرچە الأيغورية
BN বাংলা البنغالية
FR Français الفرنسية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
TA தமிழ் التاميلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
DE Deutsch الألمانية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
SQ Shqip الألبانية
SV Svenska السويدية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
KY Кыргызча القيرقيزية
NE नेपाली النيبالية
YO Yorùbá اليوروبا
LT Lietuvių الليتوانية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
SO Soomaali الصومالية
TG тоҷикӣ الطاجيكية
RW Kinyarwanda الكينياروندا
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
CS Čeština التشيكية
MOS Moore الموري
MG Malagasy المالاجاشية
IT Italiano الإيطالية
OM Oromoo الأورومو
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
WO Wolof الولوف
AZ Azərbaycan الأذربيجانية
UZ O‘zbek الأوزبكية
UK Українська الأوكرانية
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية
KMR Kurmancî الكرمنجية
Klasifikasi
  • .
  • .