1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Fikih dan Uṣūl Fikih

Hadis Siapa yang berwudu seperti wuduku ini lalu menunaikan salat dua rakaat tanpa memikirkan hal-hal keduniaan dalam dirinya pada kedua rakaat itu, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu

عَنْ ‌حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه:
أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ دَعَا بِوَضُوءٍ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ إِنَائِهِ، فَغَسَلَهُمَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِي الْوَضُوءِ، ثُمَّ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَاسْتَنْثَرَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا، وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلَاثًا، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ غَسَلَ كُلَّ رِجْلٍ ثَلَاثًا، ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا، وَقَالَ: «مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ».

Ḥumrān, mantan budak Uṡmān bin 'Affān, meriwayatkan bahwa dia pernah melihat Uṡmān meminta air untuk wudu. Lantas ia menuangkan air dari wadahnya ke kedua tangannya lalu membasuhnya tiga kali, lalu memasukkan tangan kanannya ke air wudu kemudian berkumur-kumur, memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya. Setelah itu, ia membasuh wajahnya tiga kali dan kedua tangannya sampai siku tiga kali. Lalu ia mengusap kepalanya, kemudian membasuh masing-masing kaki tiga kali. Setelah itu, ia berkata, "Aku melihat Nabi ﷺ berwudu seperti wuduku ini, dan beliau bersabda, 'Siapa yang berwudu seperti wuduku ini lalu menunaikan salat dua rakaat tanpa memikirkan hal-hal keduniaan dalam dirinya pada kedua rakaat itu, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.'"

Sahih Muttafaq 'alaih Ṣaḥīḥ Bukhari - 164

Uraian

Uṡmān -raḍiyallāhu 'anhu- mengajarkan tata cara wudu Nabi ﷺ dengan cara praktik langsung agar lebih jelas. Ia lantas meminta air di bejana, lalu menuangkan air itu di kedua tangannya sebanyak tiga kali. Setelah itu, ia memasukkan tangan kanannya di bejana untuk mengambil air lalu berkumur-kumur dengannya dan mengeluarkannya. Kemudian ia menghirup air dengan napasnya ke bagian dalam hidung kemudian menyemburkannya keluar. Selanjutnya, ia membasuh mukanya sebanyak tiga kali, kemudian membasuh kedua tangan bersama sikunya sebanyak tiga kali, kemudian mengusapkan tangannya di atas kepala setelah dibasahi air sebanyak satu kali, kemudian membasuh kedua kaki bersama dua mata kakinya sebanyak tiga kali.
Setelah selesai, Uṡmān -raḍiyallāhu 'anhu- mengabari mereka bahwa dia pernah melihat Nabi ﷺ berwudu seperti wudu itu dan beliau ﷺ memberi mereka kabar gembira bahwa siapa yang berwudu seperti wudunya lalu salat dua rakaat dengan khusyuk dan menghadirkan hati di hadapan Allah ﷻ, maka Allah akan memberinya ganjaran atas wudu yang sempurna itu serta salat yang khusyuk dengan pengampunan terhadap dosa-dosanya yang telah lalu.

Faidah dari Hadis

  1. 1- Anjuran mencuci kedua tangan sebelum dimasukkan ke dalam wadah air di awal wudu sekalipun bukan saat bangun tidur. Apabila dia baru bangun tidur malam, maka diwajibkan untuk mencucinya.
  2. 2- Seorang pengajar harus menempuh cara termudah untuk memberikan pemahaman dan kekuatan ilmu pada pelajar, di antaranya pengajaran dengan praktik.
  3. 3- Orang yang salat harus menolak pikiran yang berkaitan dengan kesibukan dunia, karena kesempurnaan salat terletak pada kehadiran hati. Jika tidak seperti itu, pikiran itu tidak mungkin bebas darinya. Karena itu, ia wajib berusaha khusyuk dan tidak ikut larut di dalam pikiran keduniaan.
  4. 4- Anjuran memulai wudu dengan anggota bagian kanan.
  5. 5- Perintah mengurutkan antara kumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya.
  6. 6- Anjuran membasuh muka, kedua tangan dan kedua kaki tiga kali, tetapi yang wajib hanya sekali.
  7. 7- Ampunan dari Allah terhadap semua dosa yang telah lalu didapatkan dari kumpulan dua hal: wudu dan salat dua rakaat sebagaiman tata cara yang disebutkan dalam hadis.
  8. 8- Setiap anggota wudu memiliki batasan. Batasan muka ialah dari tempat tumbuh rambut kepala yang biasa hingga turunan jenggot dan dagu secara vertikal, dan dari telinga ke telinga secara horizontal. Batasan tangan ialah dari ujung jari-jari hingga siku, yaitu persendian antara lengan bawah dan lengan atas. Batasan kepala ialah dari tempat tumbuh rambut yang biasa dari sisi muka hingga bagian atas tengkuk dan usapan telinga bagian dari kepala. Batasan kaki ialah dari telapak kaki seluruhnya hingga persendian antara telapak kaki dengan betis.

Tampilkan Terjemahan

61 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
UG ئۇيغۇرچە الأيغورية
BN বাংলা البنغالية
FR Français الفرنسية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
TA தமிழ் التاميلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
DE Deutsch الألمانية
JA 日本語 اليابانية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
SQ Shqip الألبانية
SV Svenska السويدية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
KY Кыргызча القيرقيزية
NE नेपाली النيبالية
YO Yorùbá اليوروبا
LT Lietuvių الليتوانية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
SO Soomaali الصومالية
TG тоҷикӣ الطاجيكية
RW Kinyarwanda الكينياروندا
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
CS Čeština التشيكية
MOS Moore الموري
MG Malagasy المالاجاشية
IT Italiano الإيطالية
OM Oromoo الأورومو
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
WO Wolof الولوف
AZ Azərbaycan الأذربيجانية
UZ O‘zbek الأوزبكية
UK Українська الأوكرانية
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
BM Bambara البامبارية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية
KMR Kurmancî الكرمنجية