1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Keutamaan dan Adab

Hadis Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قالَ:
«لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ».

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwa Nabi ﷺ bersabda,
"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri."

Sahih Muttafaq 'alaih Ṣaḥīḥ Bukhari - 13

Uraian

Nabi ﷺ menjelaskan bahwa kesempurnaan iman seorang muslim tidak akan terwujud sampai ia menginginkan bagi saudaranya seperti yang ia inginkan bagi dirinya sendiri berupa ketaatan dan berbagai macam kebaikan dalam urusan agama dan urusan dunia, serta membenci bagi saudaranya apa yang ia tidak sukai bagi dirinya. Apabila ia melihat suatu kekurangan pada agama saudaranya sesama muslim ia berjuang untuk memperbaikinya. Sebaliknya, apabila ia melihat padanya suatu kebaikan ia mendukungnya, membantunya, serta menasihatinya pada perkara agama dan dunianya.

Faidah dari Hadis

  1. 1- Kewajiban seseorang mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya karena penafian adanya iman dari orang yang tidak menginginkan bagi saudaranya apa ia inginkan bagi dirinya menunjukkan bahwa hal tersebut hukumnya wajib.
  2. 2- Persaudaraan dalam agama Allah di atas persaudaraan nasab sehingga haknya lebih wajib.
  3. 3- Pengharaman semua bentuk perkataan dan perbuatan yang bertolak belakang dengan kecintaan ini, seperti perbuatan menipu, menggunjing, dengki, dan perbuatan zalim terhadap jiwa seorang muslim, hartanya, ataupun kehormatannya.
  4. 4- Menggunakan kata-kata yang memotivasi untuk melakukan amal saleh, berdasarkan perkataan beliau: "bagi saudaranya".
  5. 5- Al-Kirmāniy -raḥimahullāh- berkata, "Termasuk keimanan juga yaitu membenci bagi saudaranya keburukan yang ia tidak sukai bagi dirinya. Beliau tidak menyebutkannya karena mencintai sesuatu berkonsekuensi membenci kebalikannya. Beliau sengaja tidak menyebutnya secara langsung karena mencukupkan ucapan dengan hal itu."

Tampilkan Terjemahan

61 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
UG ئۇيغۇرچە الأيغورية
BN বাংলা البنغالية
FR Français الفرنسية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
TA தமிழ் التاميلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
DE Deutsch الألمانية
JA 日本語 اليابانية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
SQ Shqip الألبانية
SV Svenska السويدية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
KY Кыргызча القيرقيزية
NE नेपाली النيبالية
LT Lietuvių الليتوانية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
TG тоҷикӣ الطاجيكية
RW Kinyarwanda الكينياروندا
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
CS Čeština التشيكية
MOS Moore الموري
MG Malagasy المالاجاشية
OM Oromoo الأورومو
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
WO Wolof الولوف
AZ Azərbaycan الأذربيجانية
UZ O‘zbek الأوزبكية
UK Українська الأوكرانية
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
BM Bambara البامبارية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية
DA Dansk الدنماركية
RN Kirundi الكيروندي
KMR Kurmancî الكرمنجية
MS Bahasa Melayu الملايو