1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi

Hadis Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

«لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ».

Sahl bin Sa'ad -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
"Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa."

Sahih Muttafaq 'alaih Ṣaḥīḥ Muslim - 1098

Uraian

Nabi Muhammad ﷺ mengabarkan bahwa manusia akan selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa setelah memastikan matahari telah terbenam. Hal itu dalam rangka menjalankan Sunnah dan mengikuti batasannya.

Faidah dari Hadis

  1. 1- An-Nawawiy berkata, "Di dalamnya terkandung anjuran untuk menyegerakan berbuka setelah memastikan matahari telah terbenam. Maknanya, urusan umat akan senantiasa teratur dan mereka dalam kebaikan selama mereka memelihara Sunnah ini. Apabila mereka mengakhirkannya, hal itu menjadi petunjuk adanya kebinasaan yang mereka akan terjerumus ke dalamnya."
  2. 2- Bertahannya kebaikan pada umat dengan sebab mengikuti Sunnah dan rusaknya urusan mereka berkaitan dengan meninggalkan Sunnah.
  3. 3- Menyelisihi ahli kitab dan ahli bidah karena mereka mengakhirkan buka puasa.
  4. 4- Ibnu Ḥajar berkata, "Di dalamnya terdapat penjelasan tentang alasannya. Al-Muhallab berkata, 'Hikmahnya agar tidak menambahkan sebagian malam pada siang. Juga karena hal itu lebih bersahabat bagi orang yang berpuasa dan lebih kuat untuk beribadah. Tetapi, ulama sepakat bahwa hal itu berlaku jika kepastian matahari terbenam telah diperoleh melalui rukyat atau informasi dua orang yang terpercaya. Demikian juga kalau hanya satu orang yang terpercaya, menurut pendapat yang lebih kuat.'"
  5. 5- Ibnu Ḥajar berkata, "Peringatan: termasuk bidah yang mungkar adalah hal yang diadakan di zaman ini dalam bentuk melakukan azan kedua kira-kira sepertiga jam sebelum Subuh di bulan Ramadan dan mematikan lampu sebagai tanda berhenti makan dan minum bagi orang yang ingin puasa. Orang yang mencetuskannya mengklaim bahwa hal itu sebagai wujud sikap hati-hati dalam ibadah sementara yang mengetahuinya hanya segelintir orang. Hal itu menyeret mereka untuk tidak mengumandangkan azan Magrib kecuali setelah matahari terbenam satu derajat untuk lebih memastikan waktu berbuka, menurut mereka. Dengan demikian, mereka mengakhirkan buka puasa dan menyegerakan sahur, sekaligus menyelisihi Sunnah. Oleh karena itu, kebaikan berkurang dari mereka dan keburukan semakin bertambah di tengah mereka. Hanya Allah tempat memohon pertolongan."

Tampilkan Terjemahan

48 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
UG ئۇيغۇرچە الأيغورية
BN বাংলা البنغالية
FR Français الفرنسية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
TA தமிழ் التاميلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
DE Deutsch الألمانية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
SQ Shqip الألبانية
SV Svenska السويدية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
NE नेपाली النيبالية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
MOS Moore الموري
MG Malagasy المالاجاشية
OM Oromoo الأورومو
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
WO Wolof الولوف
UK Українська الأوكرانية
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية
Klasifikasi
  • . .