1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Keutamaan dan Adab

Hadis Ya Allah! Hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dan dengan-Mu aku melawan. Ya Allah! Aku berlindung dengan kemuliaan-Mu, tidak ada sembahan yang benar kecuali Engkau, janganlah Engkau menyesatkanku. Engkau Yang Mahahidup yang tidak akan mati, sedangkan jin dan manusia pasti akan mati

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضيَ اللهُ عنهما أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ:
«اللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْ تُضِلَّنِي، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لَا يَمُوتُ، وَالْجِنُّ وَالْإِنْسُ يَمُوتُونَ».

Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, bahwa Rasulullah ﷺ biasa berdoa,
"Ya Allah! Hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dan dengan-Mu aku melawan. Ya Allah! Aku berlindung dengan kemuliaan-Mu, tidak ada sembahan yang benar kecuali Engkau, janganlah Engkau menyesatkanku. Engkau Yang Mahahidup yang tidak akan mati, sedangkan jin dan manusia pasti akan mati."

Sahih Muttafaq 'alaih. Ini adalah redaksi Muslim, sedangkan Bukhari meriwayatkannya secara ringkas Ṣaḥīḥ Muslim - 2717

Uraian

Di antara doa Nabi ﷺ adalah beliau biasa membaca: Allāhumma aslamtu (Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu), yaitu aku tunduk kepada-Mu .. wabika āmantu (kepada-Mu aku beriman), yaitu membenarkan dan mengakui .. wa 'alaika tawakkaltu (kepada-Mu aku bertawakal), yaitu aku menyerahkan urusan dan bertumpu .. wa ilaika anabtu (kepada-Mu aku kembali), yaitu aku berpulang dan datang .. wa bika khāṣamtu (dengan-Mu aku melawan), yaitu aku beradu hujah dengan musuh-musuh-Mu ... Allāhumma innī a'ūżu (ya Allah, aku berlindung), yaitu aku menyelamatkan diri .. bi'iżżatika (dengan kemuliaan-Mu), yaitu dengan kekokohan dan kehebatan-Mu .. lā ilāha illā anta (tidak ada tuhan yang benar kecuali Engkau), yaitu tidak ada sembahan yang benar selain-Mu .. an-tuḍillanī (janganlah Engkau menyesatkanku) dari petunjuk dan taufik pada rida-Mu .. Antal-ḥayyullażī lā yamūt (Engkaulah Yang Mahahidup yang tidak akan mati), yaitu yang tidak akan punah .. wal-jinnu wal-insu yamūtūn (sedangkan jin dan manusia pasti akan mati).

Faidah dari Hadis

  1. 1- Disyariatkan untuk menghaturkan pujian sebelum menyebut permintaan dalam berdoa.
  2. 2- Kewajiban tawakal kepada Allah Ta'ala semata dan meminta penjagaan kepada-Nya karena Dia yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan. Dia semata yang menjadi tumpuan, sedangkan makhluk seluruhnya lemah dan berujung pada kematian sehingga mereka tidak patut dijadikan sandaran.
  3. 3- Meneladan Nabi ﷺ dalam berdoa dengan menggunakan kalimat-kalimat jāmi' dan māni' (komplet) ini, yang mengungkapkan kebenaran iman dan puncak keyakinan.
  4. 4- As-Sindiy berkata, "Ucapan beliau: antal-ḥayyu (Engkau Mahahidup), bermakna: maka Engkau yang patut menjadi tempat berlindung, tidak ada selain-Mu."

Tampilkan Terjemahan

43 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
BN বাংলা البنغالية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
TA தமிழ் التاميلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
SQ Shqip الألبانية
SV Svenska السويدية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
MOS Moore الموري
MG Malagasy المالاجاشية
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
WO Wolof الولوف
UK Українська الأوكرانية
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية