Sungguh ada banyak orang yang membelanjakan harta yang Allah titipkan kepada mereka dengan cara yang tidak benar. Sebab itu, api neraka diberikan untuk mereka pada hari Kiamat.
Sesungguhnya dunia itu manis nan hijau dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah padanya lalu mengawasi bagaimana kalian berbuat. Sebab itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita
Seandainya dunia di sisi Allah nilainya sebanding dengan sayap lalat, Dia tidak akan memberi minum orang kafir walau seteguk air.
Seandainya aku mempunyai emas seperti gunung Uhud, tentu aku sangat senang sekali jika tidak berlalu tiga malam dalam keadaan aku masih memiliki sebagian harta itu kecuali sedikit yang aku sisihkan untuk (bayar) utang."
Tidaklah dunia dibandingkan akhirat itu melainkan seperti ketika seorang dari kalian mencelupkan telunjuknya ke lautan, maka lihatlah apa yang tersisa (di tangannya)!
Sungguh, di antara yang aku khawatirkan pada kalian sepeninggalku ialah perhiasan dan kenikmatan dunia yang dibukakan pada kalian
Mayat itu akan diikuti oleh 3 perkara: keluarga, harta dan amalnya. Dua perkara akan pulang kembali, dan yang satu akan tinggal (bersamanya). Keluarga dan hartanya akan kembali, dan yang tinggal adalah amalnya.
Celakalah hamba dinar, hamba dirham, hamba khamīṣah, dan hamba khamīlah. Jika diberi maka ia rida, dan jika tidak diberi maka ia murka. Celakalah dan merugilah ia; apabila tertusuk duri maka ia tidak dapat mengeluarkannya.
Sesungguhnya kalian akan berambisi untuk mendapatkan kekuasaan, padahal kekuasaan itu akan menjadi penyesalan pada hari Kiamat. Kekuasaan itu enak di awalnya (dunia), namun tidak bagus di akhirnya (akhirat).
Allāhumma lā ‘aisya illā ‘aisyul-ākhirah, fa-gfir lil-anṣāri wa al-muhājirah Artinya: "Ya Allah, tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali kehidupan akhirat. Sebab itu, ampunilah kaum Ansar dan Muhajirin
Ketahuilah bahwa dunia itu terlaknat, terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali zikir kepada Allah Ta'ala dan apa yang mengikutinya, serta orang yang alim dan yang menuntut ilmu
Bukankah kalian berada dalam limpahan makanan dan minuman apa saja sesuka kalian? Sungguh, aku pernah melihat Nabi kalian ﷺ tidak menemukan kurma jelek sekali pun untuk mengganjal perutnya
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pergi menuju (kuburan) korban perang Uhud lalu mendoakan mereka setelah delapan tahun (dari peristiwa itu) laksana orang yang mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang masih hidup dan yang sudah mati.
Aku tidak memiliki ketertarikan sedikit pun kepada dunia. Tidaklah aku di dunia ini kecuali seperti seorang musafir yang berteduh di bawah sebuah pohon kemudian dia melanjutkan perjalanan dan meninggalkan pohon itu
Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan dianugerahi rezeki yang cukup, serta Allah menjadikannya kanaah pada anugerah yang Dia berikan