1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Fikih dan Uṣūl Fikih

Hadis Tidak patut bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu untuk diwasiatkan, untuk berlalu tiga malam, kecuali wasiatnya sudah tertulis di sisinya

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضيَ اللهُ عنهُما أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُوصِي فِيهِ، يَبِيتُ ثَلَاثَ لَيَالٍ، إِلَّا وَوَصِيَّتُهُ عِنْدَهُ مَكْتُوبَةٌ»، قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ رضي الله عنهما: «مَا مَرَّتْ عَلَيَّ لَيْلَةٌ مُنْذُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَلِكَ إِلَّا وَعِنْدِي وَصِيَّتِي».

Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa dia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
"Tidak patut bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu untuk diwasiatkan, untuk berlalu tiga malam, kecuali wasiatnya sudah tertulis di sisinya." Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata, "Tidak pernah berlalu padaku satu malam sejak aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda demikian, melainkan wasiatku ada bersamaku."

Sahih Muttafaq 'alaih Ṣaḥīḥ Muslim - 1627

Uraian

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa tidak sepatutnya bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu untuk diwasiatkan, berupa hak ataupun harta walaupun sedikit, melewati tiga malam kecuali wasiatnya telah tertulis di sisinya. Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- berkata: Tidak pernah aku melewatkan satu malam sejak aku mendengar beliau ﷺ bersabda demikian kecuali wasiatku telah ada di sisiku.

Faidah dari Hadis

  1. 1- Perintah menulis wasiat dan menyegerakannya untuk menjelaskannya serta dalam rangka melaksanakan perintah syariat, bersiap terhadap kematian, memastikannya dan memastikan objeknya sebelum disibukkan oleh sesuatu.
  2. 2- Wasiat artinya pesan, yaitu pesan seseorang sepeninggalnya kepada orang lain untuk melakukan sesuatu terkait hartanya, atau berpesan kepada orang lain agar memperhatikan anak-anaknya yang masih kecil, atau berpesan kepada orang lain pada satu pekerjaan yang dimilikinya setelah ia meninggal dunia.
  3. 3- Wasiat terbagi tiga: 1) Sunah; yaitu mewasiatkan sebagian hartanya untuk disalurkan pada jalan kebaikan supaya pahalanya sampai kepadanya setelah ia meninggal dunia. 2) Wajib; yaitu wasiat tentang hak-hak yang menjadi kewajibannya, baik yang berkaitan dengan hak Allah Ta'ala seperti zakat yang belum ditunaikan, kafarat dan kewajiban syariat lainnya, ataupun yang berkaitan dengan hak manusia seperti utang dan penunaian amanat. 3) Haram; yaitu jika ia berwasiat lebih dari sepertiga hartanya atau berwasiat dengan itu untuk seorang ahli waris.
  4. 1- Keutamaan Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- dan sikap tanggapnya untuk melakukan kebaikan dan mengikuti syariat yang bijak.
  5. 2- Ibnu Daqīq al-'Īd berkata, "Pemberian keringanan di dua dan tiga malam adalah untuk menghilangkan kesulitan."
  6. 3- Perkara-perkara yang penting seharusnya dicatat dengan tulisan karena ia lebih kuat dan lebih menjamin terjaganya hak.

Tampilkan Terjemahan

40 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
UG ئۇيغۇرچە الأيغورية
BN বাংলা البنغالية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
SQ Shqip الألبانية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
MOS Moore الموري
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
UK Українська الأوكرانية
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية