1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Akidah

Hadis Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhadap saudaranya, baik itu terkait kehormatannya ataupun ‎perkara lain, maka hendaklah ia meminta untuk dihalalkan pada saat ini sebelum datang hari tidak berlaku lagi dinar dan ‎dirham

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اليَوْمَ، قَبْلَ أَلا يَكُونَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِلَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ».

Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda,
"Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhadap saudaranya, baik itu terkait kehormatannya ataupun ‎perkara lain, maka hendaklah ia meminta untuk dihalalkan pada saat ini sebelum datang hari tidak berlaku lagi dinar dan ‎dirham. Jika ia ‎memiliki amal saleh, maka akan diambil dari pahala amal salehnya itu yang sebanding dengan kadar kezalimannya. Namun, ‎jika ia tidak memiliki kebaikan, maka akan diambil dosa orang yang dizaliminya kemudian dibebankan kepadanya."

Sahih HR. Bukhari Ṣaḥīḥ Bukhari - 2449

Uraian

Nabi ﷺ memerintahkan agar semua orang yang pernah melakukan suatu kezaliman pada saudaranya yang muslim, baik itu terkait kehormatan, harta maupun darahnya, agar meminta maaf kepada orang yang ia zalimi tersebut selama ia masih di dunia. Ia mesti meminta maaf sebelum datangnya hari Kiamat yang kelak tidak lagi berguna dinar emas maupun dirham perak yang ia serahkan kepada orang yang ia zalimi demi menebus dirinya, karena kisas hari itu menggunakan kebaikan (pahala) dan keburukan (dosa). Orang yang terzalimi akan mengambil sebagian kebaikan orang yang berbuat zalim sesuai kadar kezaliman yang ditimpakan kepadanya. Akan tetapi, jika orang yang berbuat zalim tidak memiliki kebaikan, sebagian keburukan orang yang dizalimi akan dikurangi lalu ditimpakan kepada orang yang berbuat zalim sesuai kadar kezaliman tersebut.

Faidah dari Hadis

  1. 1- Bersungguh-sungguh menjauhi perbuatan zalim.
  2. 2- Anjuran bersegera melepaskan diri dari hak-hak yang melekat pada diri sendiri.
  3. 3- Amal saleh dan buahnya dapat rusak dan hilang karena menzalimi dan menyakiti orang lain.
  4. 4- Hak sesama hamba tidak akan dimaafkan oleh Allah kecuali dengan menunaikannya kepada pemiliknya yang berhak.
  5. 5- Dinar dan dirham adalah wasilah untuk mendapatkan manfaat di dunia, adapun di hari Kiamat maka dengan kebaikan dan keburukan.
  6. 6- Sebagian ulama berkata dalam masalah kehormatan, "Jika orang yang dizalimi tidak tahu, maka ia tidak perlu memberitahunya." Misalkan, ia mencelanya di sebuah majelis dan ia telah bertobat, maka ia tidak perlu memberitahunya. Ia hanya cukup memohonkannya ampunan dan mendoakannya, serta memujinya di majelis tempat ia mencelanya. Dengan cara itu, ia dianggap telah meminta maaf kepadanya.

Tampilkan Terjemahan

36 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
BN বাংলা البنغالية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
SI සිංහල السنهالية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
HA Hausa الهوسا
PT Português البرتغالية
ML മലയാളം المليالم
TE తెలుగు التلغو
SW Kiswahili السواحيلية
MY မြန်မာ البورمية
TH ไทย التايلندية
PS پښتو بشتو
AS অসমীয়া الأسامية
AM አማርኛ الأمهرية
NL Nederlands الهولندية
GU ગુજરાતી الغوجاراتية
PRS دری الدرية
SR Српски الصربية
RO Română الرومانية
HU Magyar المجرية
KN ಕನ್ನಡ الكانادا
KA ქართული الجورجية
MK Македонски المقدونية
KM ភាសាខ្មែរ الخميرية
PA ਪੰਜਾਬੀ البنجابية
MR मराठी الماراثية