Keutamaan Para Sahabat -raḍiyallāhu 'anhum-

29Daftar Hadis

Daftar Hadis 29

Aku mewasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah serta mendengar dan taat (kepada penguasa) walaupun penguasa kalian itu seorang budak. Sesungguhnya siapa yang masih hidup sepeninggalku akan melihat banyak perselisihan. Sebab itu, berpegangteguhlah kepada sunnahku dan sunnah para khulafaurasyidin yang diberi petunjuk
Sungguh, aku menyatakan setia kepada Allah dengan menolak untuk mempunyai seorang khalīl (kekasih mulia) dari kalian, karena sesungguhnya Allah telah menjadikanku sebagai kekasih-Nya, sebagaimana Dia telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya
Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, serta patuh dan taat kepada pemimpin walaupun ia seorang budak Habasyah. Kalian akan melihat sepeninggalku perselisihan yang banyak, maka peganglah Sunnahku dan Sunnah para khulafaurasyidin yang diberi petunjuk
Nabi ﷺ bersabda tentang kaum Ansar, "Tidaklah mencintai mereka kecuali orang beriman, dan tidak membenci mereka kecuali orang munafik. Siapa yang mencintai mereka, Allah akan mencintainya. Sebaliknya, siapa yang membenci mereka, Allah akan membencinya
Sungguh, aku akan memberikan panji ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memberi kemenangan melalui tangannya
Tidak akan masuk neraka orang yang ikut serta dalam perang Badar dan perjanjian Hudaibiyah
Pergilah! Temui dia. Sampaikan kepadanya: Engkau tidak termasuk penghuni neraka, tetapi Engkau penghuni surga
Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah -Ta'ālā- telah berfirman kepada Nabi-Nya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Berikanlah maaf, perintahkanlah untuk berbuat baik, dan berpalinglah dari orang-orang yang jahil!" Sesungguhnya orang ini termasuk orang-orang yang jahil.
Beberapa orang datang menemui Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meminta agar diutus bersama mereka orang-orang yang akan mengajarkan mereka Al-Qur`ān dan Sunah, maka Nabi mengirim untuk mereka tujuh puluh orang dari kaum Anṣār, mereka disebut: Qurrā' (para penghafal Al-Qur`ān), diantara mereka pamanku yang bernama Harām.
Usaid bin Ḥuḍair sedang membaca (Al-Qur`ān) di tempat penyimpanan kurma, tiba-tiba kudanya meronta-ronta. Ia membaca lagi lalu kuda itu meronta-ronta lagi. Ia membaca lagi lalu kuda itu meronta-ronta lagi. Usaid berkata, "Aku khawatir kalau-kalau kudaku menginjak Yahya. Lantas aku berdiri ke arah kuda itu, ternyata di atas kepalaku ada sesuatu seperti awan yang di dalamnya ada seperti lampu-lampu. Awan itu naik membumbung ke udara sampai aku tak bisa melihatnya."
Sungguh, aku tahu engkau hanyalah batu yang tidak mendatangkan bahaya maupun manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi ﷺ menciummu, aku tidak akan menciummu
Sebaik-baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya