Keutamaan Sahabat -raḍyallāhu 'anhum-

33Daftar Hadis 1Kategori

Daftar Hadis 33

Hendaklah kalian bertakwa kepada Allah, serta patuh dan taat kepada pemimpin walaupun ia seorang budak Habasyah. Kalian akan melihat sepeninggalku perselisihan yang banyak, maka peganglah Sunnahku dan Sunnah para khulafaurasyidin yang diberi petunjuk
Demi Allah! Sungguh bila Allah memberi petunjuk pada satu orang melalui usahamu, itu lebih baik bagimu dari pada memiliki unta-unta merah
Tidak akan masuk neraka orang yang ikut serta dalam perang Badar dan perjanjian Hudaibiyah
Rasulullah ﷺ bersabda tentang Abu Bakar dan Umar, "Dua orang ini adalah pimpinan generasi tua penghuni surga dari generasi pertama hingga yang terakhir selain para nabi dan rasul
Rasulullah ﷺ pernah masuk toilet, lalu aku dan seorang anak sebayaku membawa wadah berisi air dan sebuah tongkat. Lantas beliau beristinja dengan air tersebut
Sesungguhnya aku melihatmu salat menghadap selain kiblat. Orang itu berkata, "Seandainya aku tidak melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melakukannya, tentu aku tidak akan mengerjakannya."
Sungguh aku telah melihat orang-orang Ansar melakukan sesuatu (kebaikan) pada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, di mana aku bersumpah terhadap diriku bahwa aku tidak menyertai salah seorang dari mereka kecuali aku akan melayaninya.
Ummu Anas berkata, "Janganlah engkau sekali-kali memberitahukan rahasia Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada seseorang!" Anas berkata, "Demi Allah, seandainya aku menceritakan rahasia itu kepada seseorang, niscaya aku menuturkannya kepadamu, wahai Ṡābit."
Wahai kaum Ansar, bukankah aku dapati kalian dalam kesesatan kemudian Allah memberi petunjuk kepada kalian melalui diriku? Dahulu kalian berpecah-belah kemudian Allah persatukan kalian denganku? Dahulu kalian kekurangan kemudian Allah cukupkan kalian dengan kedatanganku?
Aku menangis bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah -Ta'ālā- lebih baik bagi Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit. Maka ia (Ummu Aiman) membuat keduanya terharu untuk menangis, sehingga keduanya menangis bersamanya.
Aku akan menjadi penjaga pintu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- hari ini. Lantas datang Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu- lalu ia mendorong pintu. Aku bertanya, "Siapa ini?" Ia menjawab, "Abu Bakar." Aku katakan, "Sebentar." Selanjutnya aku pergi lalu aku katakan, "Wahai Rasulullah, ini Abu Bakar datang meminta izin (masuk)." Beliau bersabda, "Izinkan dia dan berilah kabar gembira Surga untuknya."
Beberapa orang datang menemui Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meminta agar diutus bersama mereka orang-orang yang akan mengajarkan mereka Al-Qur`ān dan Sunah, maka Nabi mengirim untuk mereka tujuh puluh orang dari kaum Anṣār, mereka disebut: Qurrā' (para penghafal Al-Qur`ān), diantara mereka pamanku yang bernama Harām.
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memakai dua baju besi ketika perang Uhud, lalu beliau bangkit hendak naik ke atas batu besar, namun tidak bisa. Lantas beliau memerintah Ṭalḥah duduk di bawahnya dan beliau naik di atasnya hingga berdiri tegak di atas batu besar tersebut. Az-Zubair mengatakan, aku mendengar Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengucapkan, "Ṭalhah pasti mendapatkan (Surga)."