1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Keutamaan dan Adab

Hadis Bagaimana aku bisa bersenang-senang padahal malaikat peniup sangkakala telah memasukkan (sangkakala) ke dalam mulut (siap siaga) dan ia hanya menunggu izin, kapan diperintahkan untuk meniup sangkakalanya maka dia akan meniupnya

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه مرفوعاً: «كَيْفَ أَنْعَمُ! وصَاحِبُ القَرْنِ قَدِ التَقَمَ القَرْنَ، واسْتَمَعَ الإِذْنَ مَتَى يُؤْمَرُ بالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ»، فَكَأَنَّ ذَلِكَ ثَقُلَ على أصحابِ رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم فقال لهم: «قُولُوا: حَسْبُنَا اللهُ ونِعْمَ الوَكِيلُ».

Dari Abu Sa'id Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- secara mafrū', "Bagaimana aku bisa bersenang-senang padahal malaikat peniup sangkakala telah memasukkan (sangkakala) ke dalam mulut (siap siaga) dan ia hanya menunggu izin, kapan diperintahkan untuk meniup sangkakalanya maka dia akan meniupnya." Berita ini terasa berat sekali oleh para sahabat, kemudian beliau bersabda, "Ucapkanlah "Ḥasbunallāhu wa ni'mal wakīl" (Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik yang menjamin)."

Hadis sahih Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Ahmad

Uraian

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa- sallam bersabda, "Bagaimana aku bisa senang sementara malaikat yang bertugas meniup sangkakala sudah meletakkan mulutnya di sangkakala sambil mendengar dan menunggu izin kapan dia diperintahkan untuk meniupnya, lalu ia akan meniupnya." Tentu saja hal itu memberatkan para sahabat Rasulullah ṣallallāhu 'alaihi wa sallam. Lantas Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepada mereka, "Ucapkanlah "Ḥasbunallāhu wa ni'mal wakīl" (Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik yang menjamin)." Yakni, Dia yang menjamin kita.

Tampilkan Terjemahan

13 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
UG ئۇيغۇرچە الأيغورية
BN বাংলা البنغالية
FR Français الفرنسية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
HA Hausa الهوسا