Aku berada bersama Sa'īd bin Jubair lalu ia bertanya, "Siapakah di antara kalian yang melihat planet jatuh tadi malam?" Aku jawab, "Aku." Lalu aku katakan, "Adapun aku sedang tidak melaksanakan salat karena aku disengat."
Demi Allah! Sungguh bila Allah memberi petunjuk pada satu orang melalui usahamu, itu lebih baik bagimu dari pada memiliki unta-unta merah
Letakkanlah tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit dan bacalah: 'Bismillāh', sebanyak tiga kali. Kemudian bacalah sebanyak tujuh kali: A'ūżu billāhi wa qudratihi min syarri mā ajidu wa uḥāżir (Aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari keburukan apa yang aku dapatkan dan yang aku takutkan)
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah ditanya tentang khamar, maka beliau melarang si penanya untuk membuatnya. Penanya berkata, "Sungguh aku membuatnya hanya untuk obat." Beliau bersabda, "Khamar itu bukan obat, tetapi penyakit."
Abdurrahman bin 'Auf dan Az-Zubair bin Al-'Awwām -raḍiyallāhu 'anhumā- pernah mengeluhkan adanya kutu kepada Rasulullah -șallāhu 'alaihi wa sallam-.
‘Jika engkau mau, bersabarlah niscaya engkau akan mendapat surga. Namun jika engkau tetap ingin didoakan, aku akan berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu.’
Bismillāhi arqīka, min kulli syai`in yu`żīka, min syarri kulli nafsin aw 'ainin ḥāsidin, Allāhu yasyfīka, bismillāhi arqīka." Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, aku meruqyahmu dari segala hal yang menyakitimu dan dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang hasad. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan nama Allah, aku meruqyahmu
Kami pernah masuk menemui Khabbāb bin Al-Arat -raḍiyallāhu 'anhu- untuk menjenguknya, dan ia telah berobat dengan kayy (sundut api) sebanyak 7 kali.
Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan ludah sebagian kami, semoga sembuh orang yang sakit dari kami, dengan izin Rabb kami.
Siapa yang mengaku mengetahui ilmu kedokteran, padahal dia tidak memiliki ilmu kedokteran, maka dia bertanggung jawab (atas akibat perbuatannya).
Ya Allah! Pemelihara manusia, penghilang kesusahan, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada penyembuh kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit
Ażhibil-ba`sa, rabban-nās, wa-syfi antasy-syāfī, lā syifā`a illā syifā`uka, syifā`an lā yugādiru saqaman (Hilangkanlah penyakit ini, wahai Tuhan manusia! Sembuhkanlah ia, karena Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan, tiada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit)
Siapa yang menjenguk orang sakit sebelum ajalnya datang, lalu berdoa di sisinya sebanyak tujuh kali: 'As`alullāhal-'aẓīm, rabbal-'arsyil-'aẓīm an yasyfiyak (Au memohon kepada Allah Yang Mahaagung, Pemilik Arasy yang agung, agar menyembuhkanmu),' niscaya Allah menyembuhkannya dari penyakit tersebut