كَانَ النَّاسُ إِذَا نَزَلُوا مَنْزِلًا -وَفِي لَفْظٍ: كَانَ النَّاسُ إِذَا نَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْزِلًا- تَفَرَّقُوا فِي الشِّعَابِ وَالْأَوْدِيَةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ تَفَرُّقَكُمْ فِي هَذِهِ الشِّعَابِ وَالْأَوْدِيَةِ إِنَّمَا ذَلِكُمْ مِنَ الشَّيْطَانِ» فَلَمْ يَنْزِلْ بَعْدَ ذَلِكَ مَنْزِلًا إِلَّا انْضَمَّ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ، حَتَّى يُقَالَ: لَوْ بُسِطَ عَلَيْهِمْ ثَوْبٌ لَعَمَّهُمْ.
[صحيح] - [رواه أبو داود والنسائي في الكبرى] - [سنن أبي داود: 2628]
المزيــد ...
Dari Abu Ṡa'labah al-Khusyani -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, "Dahulunya orang-orang (para sahabat) apabila singgah di satu tempat, mereka berpencar di persimpangan jalan dan di lembah-lembah. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya berpencarnya kalian di jalan-jalan dan lembah-lembah, itu adalah dari perbuatan setan."
Setelah itu, setiap kali mereka singgah di satu tempat, mereka selalu bergabung satu dengan lainnya.
[Hadis sahih] - [Diriwayatkan oleh Abu Daud]
Dahulunya orang-orang (para sahabat) ketika singgah di satu tempat saat dalam perjalanan, mereka berpencar di berbagai jalan gunung dan lembah-lembah. Lantas Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahu mereka bahwa berpencarnya mereka ini adalah dari perbuatan setan; untuk menakut-nakuti para wali Allah dan menggerakkan musuh-musuh-Nya. Setelah itu, setiap kali mereka singgah di satu tempat, mereka pun berdekatan satu dengan lainnya hingga seandainya ada kain yang dibentangkan kepada mereka, tentu cukup karena begitu rapatnya kedekatan mereka.