1. Beranda Utama
  2. Klasifikasi
  3. Fikih dan Uṣūl Fikih

Hadis Aku melihat Ibnu Umar mendatangi seorang lelaki yang telah menderumkan untanya lalu (hendak) menyembelihnya. Lantas Ibnu Umar berkata, "Sembelihlah dalam keadaan berdiri dan terikat. Itu merupakan sunah Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam

عن زياد بن جبير قال: رَأَيتُ ابنَ عُمَرَ أَتَى عَلَى رجل قد أَنَاخَ بَدَنَتَهُ، فَنَحَرَهَا، فَقَالَ: ابْعَثْهَا قِيَاماً مُقَيَّدَةً، سُنَّةَ مُحَمَّدٍ -صلَّى الله عليه وسلَّم-.

Dari Ziyād bin Jubair, ia berkata, "Aku melihat Ibnu Umar mendatangi seorang lelaki yang telah menderumkan untanya lalu (hendak) menyembelihnya. Lantas Ibnu Umar berkata, "Sembelihlah dalam keadaan berdiri dan terikat. Itu merupakan sunah Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-."

Hadis sahih Muttafaq 'alaih

Uraian

Dalam menyembelih sapi, kambing dan hewan lainnya -selain unta- disunahkan di tenggorokannya dalam keadaan terbaring di sisi kirinya dan mengarah ke kiblat. Sedangkan unta, menyembelihnya disunahkan di lehernya dalam keadaan berdiri dan tangannya (kaki kiri depannya) terikat. Sebab, posisi seperti ini membuatnya nyaman karena nyawa cepat berhembus. Untuk itu, ketika Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhu- melewati seorang lelaki yang hendak menyembelih unta yang sudah diderumkan, ia berkata, "Sembelihlah dalam keadaan berdiri dan terikat. Itu merupakan sunah Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang menempuh jalan adab Alquran dalam menyembelihnya berdasarkan firman-Nya, "Kemudian apabila telah rebah (mati)," maksudnya, jatuh. Sedangkan jatuh itu hanya terjadi dari berdiri.

Tampilkan Terjemahan

15 Bahasa
EN English الإنجليزية
UR اردو الأوردية
ES Español الإسبانية
BN বাংলা البنغالية
FR Français الفرنسية
TR Türkçe التركية
RU Русский الروسية
BS Bosanski البوسنية
HI हिन्दी الهندية
ZH 中文 الصينية
FA فارسی الفارسية
VI Tiếng Việt الفيتنامية
TL Tagalog تجالوج
KU Kurdî الكردية
PT Português البرتغالية