«إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟ " المزيد
Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Barangsiapa mengucapkan -maksudnya ketika keluar dari rumahnya-, "Bismillāhi tawakkaltu 'alallāhi, walā haula walā quwwata illā billāh (Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah dan tidak ada daya serta kekuatan selain dari Allah), maka dikatakan saat itu kepadanya, "Engkau telah mendapatkan hidayah, diberi kecukupan dan dijaga. Seketika itu setan pun menjauh darinya." Abu Dawud menambahkan, "Lantas -maksudnya setan- berkata kepada setan lainnya, "Bagaimana mungkin kamu bisa menganggu seseorang yang telah diberi hidayah, dicukupkan dan dijaga?"