عن أنس بن مالك -رضي الله عنه- قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: «اسمعوا وأطيعوا، وإن استعمل عليكم عبد حبشي، كأن رأسه زبيبة».
[صحيح.] - [رواه البخاري.]
المزيــد ...

Dari Anas -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Dengarkanlah dan taatilah oleh kalian, walaupun orang yang dipercayakan untuk memimpin kalian adalah seorang hamba sahaya Ḥabasyi (Ethiopia), yang kepalanya seperti kismis".

Uraian

Hendaknya kalian senantiasa mendengar dan taat kepada para pemimpin, walaupun orang yang dipercayakan untuk memimpin kalian adalah seorang hamba sahaya Habasyi (Ethiopia) tulen; asalnya, keturunannya dan posturnya, yang kepalanya seperti kismis. Sebab, rambut orang Habasyah tidak seperti rambut orang Arab. Orang-orang Habasyah memiliki rambut yang melingkar-lingkar laksana kismis (kriting). Ini bentuk ungkapan hiperbol mengenai keadaan orang yang dijadikan pemimpin itu sebagai seorang budak sahaya Habasyah; asal dan keturunannya. Hadis ini menunjukkan kewajiban taat kepada para pemimpin kecuali dalam hal kemaksiatan kepada Allah karena dalam ketaatan kepada mereka mengandung kebaikan, keamanan, ketenteraman, tidak ada kekacauan dan tidak mengikuti hawa nafsu. Sedangkan jika pemimpin tidak ditaati dalam urusan-urusan yang seharusnya ditaati, maka akan timbul kekacauan, muncullah kekaguman setiap pemilik pendapat terhadap pendapatnya sendiri, hilanglah rasa aman, rusaklah segala urusan dan banyak terjadi fitnah. Karena itu, kita wajib mendengar dan menaati para pemimpin kecuali jika mereka memerintahkan kita pada kemaksiatan. Jika mereka memerintahkan kita bermaksiat kepada Allah, maka Tuhan kita dan mereka adalah Allah. Dia memiliki keputusan dan kita tidak boleh menaati mereka dalam kemaksiatan ini. Justru kita harus mengatakan kepada mereka, "Seharusnya kalian menjauhi maksiat kepada Allah, bagaimana mungkin kalian memerintahkannya kepada kami? Kami tidak akan mendengar dan menaati kalian.Sabda beliau, "walaupun orang yang dipercayakan untuk memimpin kalian," mencakup pemimpin yang merupakan pemimpin yang ditunjuk sultan, demikian juga sultan itu sendiri. Seandainya terjadi ada seorang penguasa yang mengalahkan manusia, menguasai mereka dan ia bukan orang Arab, tetapi seorang budak sahaya Habasyi, maka kita wajib mendengar dan taat. Selanjutnya perlu diperhatikan bahwa apa yang diperintahkan oleh para pemimpin itu terbagi menjadi tiga bagian: Bagian pertama: sesuatu yang sudah diperintahkan oleh Allah, seperti Dia telah memerintahkan kita untuk menegakkan salat jamaah di masjid, memerintahkan kita untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran dan sebagainya. Ini menjadi wajib dari dua segi: Pertama: ini sudah wajib dari awalnya; Kedua: ini diperintahkan oleh para pemimpin.Bagian kedua: bila para pemimpin memerintahkan kita bermaksiat kepada Allah. Kita tidak boleh menaati mereka dalam masalah ini bagaimanapun keadaannya. Seperti mereka mengatakan, "Janganlah kalian salat berjamaah, cukurlah jenggot kalian, turunkan pakaian kalian hingga ke bawah mata kaki, zalimilah orang-orang Muslim dengan mengambil harta, memukul atau lainnya. Ini adalah perintah yang tidak boleh ditaati dan kita tidak boleh menaati mereka dalam hal ini. Hanya saja kita harus menasehati mereka dengan mengatakan, "Bertakwalah kepada Allah. Ini hal yang tidak boleh. Kalian tidak boleh memerintahkan hamba Allah untuk bermaksiat kepada-Nya."Bagian ketiga: mereka memerintahkan kita dengan perintah yang pada hakekatnya tidak berasal dari Allah dan Rasul-Nya, dan pada hakekatnya tidak ada larangan padanya. Kita wajib menaati mereka dalam hal ini, seperti aturan-aturan yang mereka tetapkan yang tidak bertentangan dengan syariat. Kita berkewajiban untuk menaati mereka dalam hal ini dan mengikuti sistem-sistem dan pembagian ini. Jika orang-orang melakukan hal ini, niscaya mereka akan menemukan rasa aman, stabilitas, ketenangan dan ketenteraman. Mereka akan mencintai para pemimpinnya, dan para pemimpinnya akan mencintai mereka.

Terjemahan: Inggris Prancis Turki Urdu Bosnia Bengali China
Tampilkan Terjemahan